TULISAN DALAM BLOG INI, JUGA DAPAT DIBACA DI:

06 February 2010

Ngenet Di Rumah Pake HaPe

Ini ada tips dari saya yang pengen ngenet di rumah tapi males keluar rumah, Apalagi sekarang ke warnet aja paling tidak 3000 untuk 1 jam, dengan Kartu IM3 yang pulsa 5000 belinya sih biasanya 6000 bisa dipakai sepuasnya sampai mata dijamin merah deeeh... trus gimana caranya... ikuti bahasannya yuk... Alat yang dibutuhkan adalah :
  1. Komputer untuk ngenet... (ya iyalah masa pake tipi...)
  2. Hape yang sudah mendukung GPRS atauyang ada modemnya, misal pake Nokia 6600 klo saya sih pake Nokia 5130...
  3. Bluetooth untuk dipasang di komputer (kita pake blutooth saja yach..).  bisa juga pake kabel data atau IR (infra merah) kalo saya pake Buntut. eh Bluetooth.. kalo pake Laptop biasanya udah ada bluetoothnya kalo belum, ya belli...
  4. KOpi panas satu gelas..  heh eh eee

Okay kalo bumbu-bumbu sudah kita siapkan kita step yang selanjutnya... yaitu...bentar ya tak mandi dulu... wekekekek... Tongue out

Oka step berikutnya adalah...

  1. Konekan atau Pairing device/hp dengan PC/laptop..
  2. Kalo sudah konek. Nanti akan muncul device hape anda pada tampilan Blutooth di monitor..
  3. trus Klik aja Icon / shorcut untuk koneksi ke Internet (yang pake Software BlueSoleil biasanya gambar Iconya berbentuk Telpon Rumah. Lihat gambar dibawh ini... (mana gambarnya....klik disini)
  4. Isi dech username dan passordnya (yang IM3 kan..?) dih dia..
  5. misal kalo Im3 yang pakek system time based thu id-nya atau username-nya indosat@durasi trus passwordnya indosat@durasi. kalo yang berbasis volume username-nya indosat paswordnya im3.
  6. isi no dialnya dengan *99# atau *99***1#
  7. jangan lupa APN dihapemu di isi dengan indosatgprs
eh iya..
pake pulsa GPRS 5000 bisa ngenet 4 jam sampai jari melar...
tapi jangan berharap speednya kayak speedy yah.. eit tapi jangan sedih dulu.. lain waktu akan saya beri tips agar koneksi pake hape / GPRS bisa ngebut kayak speednya speedy... Oke... tuggu aja.. cape soalnya...

ini nich kalo pake kartu yang lain boleh juga.. nih daftarnya..

Telkomsel
username: wap
password: wap123
dial number : *99***1#

Mentari
username: indosat
password: indosat
dial number : *99***1#

Matrix
username: silahkan di kosongi
password: silahkan dikosongi
dial number : *99***1#

Xl
username: xlgprs
password: proxl
dial number : *99***1#

Im3 ( yang systemnya kb )
username: gprs
password: im3
dial number : *99***1#

Im3 ( yang systemnya waktu/ time base )
username: indosat@durasi
password: indosat@durasi
dial number : *99***1#

Fren
username: m8
password: m8
dial number : #777

Telkom Flexy
username: telkomnet@flexy
password: telkom
dial number : #777

Starone
username: starone
password: indosat
dial number : #777

 ada yang belum jelas...ya saya tunggu komentarnya..

(mgmptikbrebes)

05 February 2010

ULAH RUHUT SITOMPUL

(Tulisan: Nusantara)
 
Pada 27 Mei 2009 lalu, Ruhut Poltak Sitompul menyinggung perasaan etnis Arab Indonesia dengan mengatakan bahwa bangsa Arab tidak pernah memberikan bantuan kepada Indonesia. Ruhut justru membanggakan Amerika Serikat sebagai penyelamat ekonomi negara Indonesia yang ia sampaikan dalam diskusi "Mengungkap Strategi Tim Sukses Capres" di Gedung DPD, Jakarta.[1]Lalu, saat diskusi Bank Century 16 Desember 2009 di Jakarta, perkataan Ruhut Sitompul kembali mengundang ketidaknyaman peserta diskusi ketika ia menyinggung etnis China. Ruhut menyindir mantan Menko Ekuin Kwik Kian Gie dengan membawa etnis China. Peserta diskusipun menyampaikan kekecewaan pada Ruhut Sitompul. "Saya agak kecewa dengan Bang Ruhut. Tadi Anda bicara etnis. Anda mengatakan seorang tokoh Chinese. Bagi saya tidak penting apa dia itu Chinese atau pribumi, asalkan dia berpihak pada rakyat. Ini lebih baik ketimbang orang pribumi, ngaku pro rakyat, tapi korupsinya nauzubilah mindzalik. Jadi, tolong Anda klarifikasi," protes salah satu peserta diskusi. [2]

Dalam dua peristiwa tersebut, Ruhut S mendapat kecaman luas dari masyarakat. Sebagai seorang petinggi partai yang Ketua Dewan Pembina selalu mencitrakan diri sebagai orang santun, ternyata 'membina' orang seperti Ruhut yang kerap mengumbar opini yang menyinggung SARA. Didalam partai tersebut, Ruhut P Sitompul, SH menjabat sebagai Ketua DPP Partai Demokrat Bidang Departemen Pendidikan dan Pembinaan Politik Partai Demokrat. [3]

Belum cukup menyinggung perasaan etnis Arab dan China (Tionghoa) di Indonesia, Ruhut pada Rapat Century 6 Januari 2010 kembali mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas. Ruhut yang selalu tampil berlebihan (dan memposisikan diri paling benar), mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas di Gedung Senayan. Kata-kata yang tidak terhormat keluar dari anggota dewan terhormat. Ruhut Sitompul mengeluarkan kata "bangsat" kepada Prof Gayus Lumbuun setelah mereka berdua terlibat perang kata-kata di pansus. Merasa bahwa pembagian waktu yang tidak proportional, Ruhut memanggil pimpinan sidang pansus dengan "kodok".

Berikut kutipan adu mulut kedua anggota komisi III itu:

Ruhut: Tanya sama kodok. Jangan marah-marah kodok. Engkau kan profesor.
Gayus: Anda jangan kurang ajar, jangan bawa-bawa profesor. Harusnya Pansus menegur Ruhut supaya dikembalikan di fraksinya saja karena sering bikin gaduh.
Ruhut : Anda pimpinan, Anda harus tegas…Kalau nggak senang lempar palu ke aku..
Gayus: Satu kata untuk engkau, diam kau!
Ruhut: Diam apa bangsat! brengsek! [4]

Meskipun telah 3 kali disorot oleh publik sejak posisinya di Partai-nya SBY, Ruhut tampak santai dan seenaknya menyinggung lawan bicaranya dengan kata-kata yang kurang etis. Hal ini kembali terjadi pada Rapat Pansus Hak Angket DPR RI tentang Bank Century tanggal 14 Januari 2010. Pada rapat tersebut, pansus menghadirkan mantan Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla (JK), SE sebagai saksi 'kunci'.

Pada sidang pansus tersebut, JK kembali mengulang pernyataannya bahwa dana Bank Century dirampok internal. Dia juga mengaku yang memerintahkan Polri untuk menangkap Robert Tantular. Tindakan itu dilakukan, karena JK melihat Gubernur Bank Indonesia (BI) waktu itu, Boediono yang sekarang menjadi Wapres hanya diam. Begitu pun dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani yang juga menjabat Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada saat yang sama.

Semua pertanyaan anggota Pansus dijawab JK dengan lancar dan terbuka. Giliran Partai Demokrat (PD) tiba, persoalan pun muncul. Sebagai pembicara pertama dari Fraksi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul tidak menanyakan JK bagaimana duduk persoalan amblasnya uang triliuan, sebagaimana pertanyaan anggota Pansus lainnya. Yang dilakukan Ruhut bukanlah pertanyaan, tetapi mengadili JK bak terdakwa.

Adu argumen terjadi antara Ruhut dan JK, ketika JK menepis pernyataan Ruhut yang menyebutkan Wapres JK telah intervensi hukum. JK menyebut bahwa dirinya (Wapres) terlalu rendah jika intervensi polisi menangkap Robert Tantular, yang terjadi justru JK memerintahkan, bukan mengintervensi. Jawaban ini, langsung membuat peserta rapat dan hadirin di balkon tertawa. Hal ini tentu membuat Ruhut tidak senang. Mendapat argumen dari JK, Ruhut pun 'menyerang' lebih keras. Sampai saatnya, Ruhut tidak lagi memanggil JK dengan 'Bapak". Ruhut dengan nada  yang tidak wajar memanggil JK dengan "Daeng". Kata "Daeng" untuk identitas suku Bugis dikeluarkan dengan konteks tidak semestinya ini membuat dua anggota pansus yang berasal dari Sulawesi Selatan tersinggung.[5]

Penggunaan kata Daeng (untuk suku Bugis) dalam kondisi, relasi dan waktu tepat merupakan sapaan hormat. Namun, ketika kata "Daeng" digunakan dengan nada, intonasi dan konteks yang tidak tepat, maka  "Daeng" ini menjadi kata yang merendahkan martabat seseorang. Dan pada peristiwa itu, Ruhut menggunakan "Daeng" dengan nada sinis. Sehingga wajar jika ada orang dari suku Bugis menjadi marah.
 

Motivasi Ruhut?

Baik Ruhut maupun politikus partai Demokrat selalu membela bahwa pernyataan Ruhut yang kasar dan berbau SARA tidak dimaksudkan untuk menghina atau memicu "SARA". Dengan alasan bahwa ia adalah orang Batak, para politisi Demokrat seolah-olah merestui sikap dan pernyataan Ruhut. Adalah lucu mengkambingkan suku Batak atas kekasaran yang dilakukan si Poltak ini. Apa semua masyarakat bodoh dan tidak tahu bahwa banyak orang Batak yang bisa berbicara halus dan santun?

Burhanuddin Napitulu (Golkar), Tifatul Sembiring (PKS), Trimedya Panjaitan (PDIP), Effendy M S Simbolon (PDIP),  adalah para politisi yang berasal dari suku Batak. Namun, mereka bisa berbicara dengan halus dan santun. Dari catatan saya, mereka-mereka ini tidak/belum pernah mengeluarkan kata-kata kasar dan berbau SARA di depan publik. Seorang Darmin Nasution ataupun Marsilam Simanjutak yang hadir dalam rapat pansus Century pun bisa berbicara dengan santun di depan publik, meski ia orang Batak. Begitu Ketua Plk KPK Tumpak  Hatorangan Panggabean atau pengacara Todung Mulya Lubis yang bernada halus. Oleh karena itu, mereka yang berusaha membela Ruhut atas perkataan kasar dan 'sara' atas nama suku Batak sudah sepantasnya 'mengaca'. Sungguhlah lucu ketika Partai Demokrat menilai kata 'bangsat' yang dilontarkan Ruhut ke Gayus sebagai hal yang wajar.

Pertanyaan dan persoalannya adalah mengapa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menjadi Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat membiarkan Ruhut Sitompol mengumbar omongan liarnya? SBY yang terkenal teliti dan hati-hati ternyata membiarkan Ketua DPP Partai Demokrat Ruhut demikian bebas dan liarnya. Dengan 'liar'-nya mulut si Ruhut dan dalam beberapa kesempatan membuat gaduh di sidang pansus, kita perlu menduga bahwa Ruhut memang sengaja dipasang untuk mengganjal laju Pansus Hak Angket DPR.

Kejadian Ruhut membuat marah Gayus Lumbuun, menginterupsi hanya karena waktu makan siang, membuat pernyataan-pernyataan (bukan pertanyaan) pemujian berlebihan kepada 'bos'-nya di sidang pansus serta memanggil "Daeng" dengan sinis untuk JK secara tidak langsung membuat integritas pansus semakin merosot sekaligus energi pansus tersita terhadap persoalan yang tidak substansi. Dengan sikap Ruhut saat ini, tentu laju Pansus menjadi tersendat.

**********

Para anggota dewan yang menjadi anggota pansus angket BC pada khususnya dan anggota DPR pada umumnya, mestinya sudah mengerti dan memahami hak, tugas, tanggung jawab, dan wewenang yang dimiliki seorang anggota dewan terhormat. Dengan segala fasilitas dan wewenang yang dimilikinya,mestinya anggota DPR dalam mengemban dan memperjuangkan amanat penderitaan rakyat, wajib menjaga martabat, kehormatan, citra dan kredibilitas DPR RI.

Mestinya seorang anggota DPR patuh dan melaksanakan kode etik yang tertuang dalam pasal 7 bahwa "selama rapat berlangsung setiap anggota bersikap sopan santun, bersungguh-sungguh menjaga ketertiban, dan mematuhi segala tata cara rapat sebagaimana diatur dalam Peraturan Tata Tertib DPR RI." [7]

Semoga para petinggi partai yang memiliki anggota dewan dengan 'mulut liar' tidak memberi alasan konyol bahwa perkataan kasar seperti 'bangsat' di sidang resmi negara adalah hal wajar!
Dan berharap agar kode etik anggota dewan ini tidak hanya menjadi formalitas belaka! Hanya digunakan untuk menghukum anggota dewan yang 'lemah' secara politik, namun petinggi/teras tidak tersentuh dengan kode etik tersebut.

24 January 2010

???

BENARKAH KITA MASIH TERJAJAH?

Orang-orang tua-tua kita yang ikut berjuang suatu ketika bilang kepada anak dan cucunya begini : Ketika Belanda, Portugis hingga Jepang menjajah negeri ini, sakitnya tidak begitu parah. Sebab apa, karena kita tahu musuh kita, sehingga segenap rakyat bahu membahu mengerahkan seluruh kemampunannya melawan perompak negeri serta tanah tumpah rakyat. Kalaupun kita tidak makan, tidak mengurusi rumah dan memikirkan masa depan anak-anak, bahkan lari ke gunung, ke hutan belantara itu memang keharusan kita menyelamatkan diri agar tidak mati konyol dibunuh penjajah.

Tapi sekarang kebalikkannya, setelah merdeka 64 tahun, penjajah berlainan warna kulit, raut wajah dan bentuk pisik sebenarnya telah hengkang. Tulang-belulangnya pun mungkin tak ditemukan lagi di dalam pusaranya, tapi rakyat tetap merasa masih dikekang dan terjajah oleh bangsa sendiri. Dan ini jauh lebih parah, sebab sebagian anak-anak negeri tidak bisa bersekolah dengan baik, akses kesehatan berbiaya mahal. Kesempatan kerja sangat kecil.

Apakah benar pemimpin kita menjajah bangsa atau rakyatnya sendiri? Lihat-lah kenyataan, atau fakta, rakyat miskin bertambah, pengangguran meningkat tajam. Dalam era digital dan teknologi ini penduduk buta huruf di jakarta saja tercatat hampir 300 ribu. Untuk akses kesehatan? ya tahu sendiri, bagaimana keluarga miskin ditolak bahkan bayinya disandera di RS karena tak punya duit. Dan saksikan-lah di RS pemerintah bagaimana rakyat jelata bergelimpangan dengan raut pucat memelas berharap pertolongan untuk bisa bertahan hidup!

Jadi apa kuncinya? Ya, kembali kepada pemimpin tegakkan undang-undang sehingga semua aparat yang menjalankan fungsi tapi tdk sesuai dapat ditindak, sebab merekalah yang menghambat program pengentasan kemiskinan, akses kesehatan maupun pendidikan. Kepala negara, para menteri sebenarnya cukup membaca koran dan menonton tv 2 jam setiap pagi. Di situ tergambar :

1. Masalah ketidakadilan bidang hukum
2. Masalah korupsi birokrasi
3. Masalah akses kesehatan warga miskin
4. Masalah penyimpangan pendidikan mulai tk SD s-d Perguruan tinggi
5. Masalah kesenjangan sosial
6. Masalah kriminalitas
7. Masalah Kucuran berbagai dana menyangkut Program Pemberdayaan masyarakat miskin
8. Masalah Penyelewangan diberbagai institusi Pemerintah
9. Masalah Suap-munyuap penerimaan PNS
10. Dan berpuluh dan beratus masalah pelayan publik yang tidak semestinya terjadi.

Pemimpin tidak harus menanyakan bukti, karena memang bukan wewenangnya, tapi dengan mengkonfirmasikan masalah dari berita tersebut sudah membuktikan kepeduliannya untuk menegakkan aturan. Dengan catatan tentu pejabat bersangkutan tidak terlibat. Kalau terlibat, ya seperti sekarang-lah jadinya. Benar kata orang tua kepada anak cucunya, bahwa sekarang kita masih terjajah!

19 January 2010

Info

Pesan ini penting banget bagi yang pake OS Windows dan konek ke internet.

Sebuah virus baru sudah ditemukan, dan digolongkan oleh Microsoft sebagai yang paling merusak! Virus itu baru ditemukan pada hari Minggu siang yang lalu oleh McAfee, dan belum ditemukan vaksin untuk mengalahkannya.

Virus ini merusak Zero dari Sektor Hard Disk yang menyimpan fungsi informasi-informasi terpenting.

Virus ini berjalan sebagai berikut : Secara otomatis virus ini akan terkirim ke semua nama dalam daftar alamat anda dengan judul : "Sebuah Kartu Untuk Anda" (Une Carte Pour Vous atau A Card For You)

Begitu kartu virtual itu terbuka, virus itu akan membekukan komputer sehingga penggunanya harus memulainya kembali; kalau anda menekan CTRL+ALT+DEL atau perintah untuk restart, virus itu akan merusak Zero dari Sektor Boot Hard Disk, sehingga hard disk akan rusak secara permanen.

Menurut CNN, virus itu dalam beberapa jam sudah menimbulkan kepanikan di New York . Peringatan ini telah diterima oleh pegawai Microsoft sendiri.

Jangan membuka e-mail dengan judul: "Sebuah Kartu Untuk Anda" (Une Carte Pour Vous atau A Card For You)

Kirimkan pesan ini kepada semua teman anda. Saya rasa bahwa sebagian besar orang, lebih suka mendapat peringatan ini 25 kali dari pada tidak sama

Mungkin Tidak Ada Kaitannya Tapi Hanya Ingin Berbagi...
semoga bermanfaat,

04 January 2010

Massappa Werekkada