TULISAN DALAM BLOG INI, JUGA DAPAT DIBACA DI:

Showing posts with label Bukunya Accher. Show all posts
Showing posts with label Bukunya Accher. Show all posts

01 June 2016

Air Susu Dibalas Air Tuba

Orang yang berbuat jahat kepadamu pasti karena ada faktor X yang memengaruhinya; bisa apersepsi, persepsi yang keliru, miss informasi atau miss komunikasi atau lingkungan tempat domisili atau tempat kerjanya atau boleh jadi secara tidak sadar, justru kita sendiri yang menjadi pemicunya. Sangat tidak bijaksana, apabila seluruh keburukan/kejahatan yang dilakukannya kita vonis sebagai semata-mata kesalahannya. Di alam kehidupan ini, tidak ada sesuatu yang berjalan sendirian, baik yang sejalan maupun yang saling bertentangan. Ada korelasi antara satu perbuatan dengan perbuatan lainnya, entah positif atau negatif. Antara sesuatu yang sama dan sejalan, juga antara sesuatu yang saling bertentangan bergerak dan berjalan saling mempengaruhi satu sama lainnya. Begitulah sunnatullah kehidupan ini berjalan.

Sebagai seorang Guru, meski tidak diharap. Namun, harus siap menerima kenyataan AIR SUSU DIBALAS AIR TUBA. Setidaknya, inilah yang terjadi dalam dinamika kehidupan ini. Saya sudah merasakannya meski akumulasi jam mengajar saya belum bisa dikategorikan sebagai Guru dengan jam terbang tinggi. Jangankan alumni yang sudah lama, alumni tahun 2016 inipun sudah ada yang membalas dengan air tuba.

Siswa yang sering dibantu malah jadi lawan. Sebaliknya, siswa yang jarang dibantu malah jadi kawan setelah mereka menamatkan pendidikan. Inilah realita kehidupan dari penanaman karakter pendidikan kita. Siapa yang salah? Jangan salahkan siapa-siapa, Saatnya kita mengubah metode.

Dan, yang terpenting setelah AIR SUSU-mu dibalas dengan AIR TUBA. Janganlah membalasnya dengan RACUN.


Hotel Grand Imawan, 1 Juni 2016

16 August 2008

BUKUNYA ACCHER

JUDUL BUKU:
CINTA DAN SEKS
PROBLEMATIKA TERBESAR BAGI REMAJA
(Ditinjau Dari Pendekatan Psikologi Pendidikan dan Agama)


ISI:
Terdiri dari 6 Bab

BUKUNYA ACCHER

BAB I
SEX DAN PROBLEMATIKANYA

A. PENDAHULUAN
Seks bagi sebagian orang khususnya bagi masyarakat peradaban timur terdengar sangat menyeramkan. Membicarakannya merupakan suatu hal yang tabu, apalagi mengaitkannya dengan anak-anak. Namun, apakah seks itu buruk? Pada hakikatnya tentu saja tidak.
Naluri seksual merupakan sunatullah yang kuat dan amat penting bagi kelangsungan eksistensi umat manusia. Karena itu, sungguh aneh ketika sebagian orang memandang seks sebagai "barang haram" dan mengharamkan diri dari kenikmatan alami ini. Disisi lain, tak kalah anehnya, terdapat kelompok yang memandang seks sebagai naluri yang haras diumbar sebebas-bebasnya, tanpa batasan apa pun.
Dari waktu ke waktu, perbincangan tentang seks mengemuka dengan cara yang semakin terbuka, dalam berbagai bentuk, lewat berbagai media, seperti buku, surat kabar, majalah, seminar, radio, televisi, dan sebagainya. Sejalan dengan gencarnya serbuan arus pemikiran Barat, gagasan dan pola perilaku seks Barat pun menjadi semakin lazim dikalangan kita, kaum Muslim.
Ketika budaya Barat dengan "seks bebas"nya yang melecehkan etika dan agama terus membanjiri kita, terasa sangat perlu adanya tuntunan Islam dalam hal ini, terutama bagi kaum muda, anak-anak dan remaja Muslim. Sebagai agama yang lengkap, Islam membimbing umat manusia dalam seluruh aspek kehidupannya, tak terkecuali da­lam masalah seks. Tidak saja secara teoritis, tetapi juga secara praktis.
Anak-anak di dunia Barat memperoleh pendidikan seks yang berlebihan sampai ke ukuran yang tak terbayangkan oleh generasi sebelumnya. Sangat penting bagi orang tua zaman sekarang untuk mengetahui mana yang benar dan mana yang salah dalam masalah pendidikan seks bagi anak-anaknya. Hanya orang tua Muslim yang mengetahuinya yang akan mampu menghadapi masalah ini dengan benar dan bertanggung jawab.
Pendidikan seks yang sebenarnya harus dimulai ketika anak-anak telah mencapai usia baligh, sekitar usia belasan tahun. Tujuan pen­didikan seks pada tahap ini ialah untuk membantu mereka mengerti bahwa mereka bertanggung jawab atas penggunaan alat kelaminnya. Mereka harus diajari bagaimana menanggulangi rangsangan seksual. Sedangkan bagi anak-anak yang belum baligh, pendidikan seks diberikan dengan tujuan mendidik mereka tentang bagaimana melindungi diri dari penyalahgunaan seks, dan juga yang terpenting pengenalan hukum-hukum syariat yang berkaitan dengan masalah seks, seperti istinja, istibra, uti'dzan, mandi wajib, dan sebagainya.
Dalam masyarakat permisif (serba boleh), pendidikan seks lebih ditekankan pada pencegahan kehamilan dan penyakit-penyakit menular seksual. Tidak ada usaha serius untuk menyadarkan orang-orang muda tentang baiknya kesucian dan pematangan sebelum kawin.
Pendidikan seks bagi anak-anak adalah perlu, namun harus berlandaskan pada nilai-nilai religius dan moral, serta membahas masalah itu secara komprehensif, dan bukan hanya sebagai program promosi bagi "pecabul-pecabul kapitalisme".
Dr. H. Boyke Dian Nugraha, SpOG, MARS seorang konsultan seks, dalam pengantarnya dalam buku “Pendidikan Seks Untuk Anak Dalam Islam” mengemukakan bahwa memberikan pendidikan seks kepada anak dan remaja tidaklah mudah. Masih banyak orang tua yang merasa rikuh dan tidak mengerti kapan dan bagaimana harus memulainya, bahkan sebagian di antara mereka masih beranggapan bahwa membicarakan masalah seks, apalagi kepada anak-anak, adalah sesuatu yang kotor dan tidak pantas.
Padahal pendidikan seks kepada anak-anak bukan mengajarkan cara-cara berhubungan seks, melainkan lebih kepada upaya memberikan pemahaman kepada anak, sesuai dengan usianya, mengenai fungsi-fungsi alat seksual dan masalah naluri alamiah yang mulai timbul; bimbingan mengenai pentingnya menjaga dan memelihara organ intim mereka, di samping juga memberikan pemahaman tentang perilaku pergaulan yang sehat serta risiko-risiko yang dapat terjadi seputar masalah seksual.
Dengan demikian diharapkan anak-anak dapat lebih melindungi diri dan terhindar dari bahaya pelecehan seksual, sementara para remaja dapat lebih bertanggung jawab dalam mempergunakan dan mengendalikan hasrat seksualnya. Penelitian menunjukkan bahwa pendidikan seks dapat mencegah perilaku seks bebas, kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi, pelecehan seksual/ perkosaan, sampai mencegah penularan HIV/AIDS yang dewasa ini di Indonesia frekuensinya terus meningkat.

B. REMAJA DAN SEKS
Seks ada ketika manusia ada. Keberadaannya telah lama, namun setiap berbicara tentang seks, selalu terkesan hangat, hal itu disebabkan seks merupakan kebutuhan primer manusia sekaligus anugerah yang diberikan Allah SWT kepada makhluk-makhluk-Nya terutama manusia. Intinya, manusia ada karena seks ada atau seks ada maka manusia ada. Seks menjadi hal yang tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.
Namun hati-hati dengan seks, karena seks ibarat kuda yang jika tidak dikendalikan akan berlari tanpa arah dan tujuan. Manusia yang tidak bisa mengendalikan daya seks yang dimilikinya, akan berjalan di muka bumi ini seperti diktator yang siap mendobrak siapa saja yang berani menghalanginya. Untuk itu perlu adanya kendali, terutama bagi generasi muda atau remaja yang akan menghadapi tantangan zaman yang teramat keras. Kendali tersebut diantaranya moral agama dan informasi sehat tentang seks.
Munculnya dorongan seksual pada remaja dipicu oleh perubahan dan pertumbuhan hormon kelamin sebagai akibat dari kematangan mental dan fisiknya. Secara garis besar perubahan itu menurut Akhmad Azhar Abu Miqdad, terdapat pada kelamin primer, kelamin sekunder dan kelamir tersier.
Tanda perubahan kelamin primer dimulai dengan berfungsinya organ-organ genetal yang ada, baik di dalam maupun diluar badan atau berfungsinya organ tertentu yang erat kaitannya dengan persetubuhan dan proses reproduksi, Perubahan ini jika terjadi pada laki-laki ditandai dengan mulai keluarnya air mani (sperma) saat mimpi basah, sedangkan pada perempuan ditandai dengan menarche atau haid pertama kali.
Kelamin sekunder adalah organ tubuh tertentu yang tidak ada hubungannya dengan proses pembuahan atau proses reproduksi. Pada laki-laki perubahan ini ditandai dengan perubahan suara, bidang bahu melebar, sering mimpi basah, perubahan penis dan mulainya tumbuh bulu-bulu pada organ tertentu. Sedangkan pada perempuan, perubahan organ sekunder ditandai dengan suara yang lebih bagus, kulit muka dan sekitar badan halus dan kencang, bidang bahu mengecil, bidang pinggul membesar, buah dada mulai membesar, tumbuh bulu-bulu disekitar ketiak dan alat kelamin, alat kelamin membesar dan mulai berfungsi.
Tanda perubahan organ tersier, ada hubungannya dengan psikis, yaitu laki-laki nampak kelaki-lakiannya dan wanita nampak kewanitaannya dalam segala gerak tubuhnya. Intinya laki-laki dan perempuan memiliki kekhasan tersendiri yang bisa membedakan keduanya.
Secara garis besar perubahan organ ini pada laki-laki adalah ada kecenderungan untuk menarik lawan jenis (aktif) dan kecenderungan untuk hubungan seksual. Sedangkan pada perempuan sebaliknya, ia cenderung pasif tapi tetap ingin diperhatikan lawan jenisnya.
Perilaku negatif remaja terutama hubungannya dengan penyimpangan seksualitas, pada dasarnya bukan murni tindakan diri mereka saja, melainkan ada faktor pendukung atau mempengaruhi dari luar (faktor eksternal). Faktor-faktor yang menjadi sumber penyimpangan tersebut adalah:
1. Kualitas diri remaja itu sendiri
Seperti: Perkembangan emosional yang tidak sehat, mengalami hambatan dalam pergaulan sehat, kurang mendalami norma agama, ketidak mampuan mempergunakan waktu luang, tidak mampu dalam mengatasi masalah sendiri, berada dalam kelompok yang tidak baik dan memiliki kebiasaan negatif terutama di rumah atau kurang disiplin dalam menjalani kehidupan dirumah
2. Kualitas lingkungan keluarga yang tidak mendukung anak untuk berlaku baik
Seperti: Anak kurang bahkan tidak mendapatkan kasih sayangnya berarti akibat kesibukan kedua orang tua diluar rumah, dan pergeseran norma keluarga dalam mengembangkan norma positif seperti tidak adanya pendidikan dan kebiasaan melakukan norma agama. Disamping itu, keluarga tidak memberikan arahan tentang seks yang sehat.
3. Kualitas lingkungan yang kurang sehat
Seperti: Lingkungan yang tidak ada pengajian agama dan lingkungan masyarakat yang telah mengalami kesenjangan komunikasi antar tetangga
4. Minimnya kualitas informasi yang masuk pada remaja sebagai akibat globalisasi
Akibatnya: anak remaja sangat kesulitan atau jarang mendapatkan informasi sehat dalam hal seksualitas. Bahkan justru media massa kini terutama media remaja cenderung mengutamakan bisnis dengan lebih banyak mengekspos seksualitas yang tidak sehat dengan mengesampingkan pendidikan moral.
Dengan demikian, penyimpangan seksual remaja sampai kapan pun akan tetap menggejala sebelum terpecahkan empat masalah tersebut diatas, terutama kehidupan agama dilingkungan keluarga, mengingat masalah masyarakat berawal dari masalah keluarga.

C. MEDIA KEJAHATAN SEKS
Cita-cita ideal mewujudkan negeri Baldatun thayyibatun warabbun ghafuur yang dicita-citakan sejak dulu, semakin jauh panggang dari api. Cita-cita itu hanya hinggap didunia impian dan sekedar fatamorgana yang indah dipandang, namun realitasnya sangat menyakitkan. Saban hari kebebasan didengung-dengungkan, namun kenyataannya hanya memperlebar borok masa silam.
Kebobrokan semakin telanjang. Indonesia makin terbelenggu syahwat (harta, tahta dan wanita). Cinta berlebihan terhadap syahwat ini menjadikan Indonesia bak semut mati dalam kubangan gula atau bak tikus mati dilumbung padi. Kekayaan menjadi malapetaka. Dan ironisnya, Indonesia semakin tenggelam dalam kubangan syahwat dan bermandikan birahi. Korupsi, Kolusi, Nepotisme, Perselingkuhan, Perzinahan, Pelecehan seksual dan obral aurat bukan barang aneh lagi.
Jika di Jepang terkenal Kabuki Cho, begitu juga di Amerika dikenal perkampungan Nudis. Keduanya adalah daerah telanjang yang membebaskan setiap warganya bergumul dengan nafsu. Tapi kita tidak akan demo menentang semua itu karena memang sistem hidup tanpa agama akan seperti itu, manusia akan layak seperti binatang.
Tapi masalahnya lain, jika justru hal itu terjadi di negara yang dianggap sangat kental keagamaannya seperti halnya Indonesia. Membongkar lapisan tatanan kehidupan masyarakat Indonesia, akan ditemukan disana unsur-unsur pelanggaran birahi yang kental. Tempat-tempat untuk melampiaskan nafsu fatamorgana tidak akan sulit dicari, baik yang secara terang-terangan maupun yang berkedok panti pijat. Diskotik-diskotik sebagai tempat transaksi birahi berada disudut-sudut kota paling strategis.
Di Indonesia pun kita tidak akan sulit menemukan betis dan paha bahkan dada telanjang (maaf). Coba tengok di jalanan, sekolah, pabrik, pasar, bank, dll, semuanya tersedia gratis. BUPATI (buka paha tinggi-tinggi) dan SEKWILDA (sekitar wilayah dada) menjadi bahan tontonan. Orang sudah tidak memiliki rasa malu untuk menampakkan rahasia pribadinya. Anak-anak muda seolah-olah bangga dengan jeans dan kaos ketat, you can see dan rok mini. Pergaulan merekapun sudah diambang toleransi, birahi menjadi menu sehari-hari.
Di era sekarang ini terjadi pergeseran budaya dari segi berpakaian bagi kaum Hawa. Menurut versi penyusun, jika dihubungkan dengan “SIKONTOL PANJANG” (Situasi, Kondisi, Toleransi, Pengertian dan Jangkauan). wanita sekarang dari segi berpakaiannya sudah berada diambang kesarjanaan. Terbukti dari ulasan berikut :
Tahap I, bagi penyusun istilahkan dengan masa Taman kanak-kanak. Wanita pada tahap ini masih berbudaya. khusus bagi mereka yang memakai jilbab betul-betul semua aurat ditutup, sedangkan yang tidak memakai jilbab juga tetap berusaha agar auratnya tidak kelihatan. Jika meninggalkan rumah mereka berusaha untuk memakai sarung, apabila jongkok, mereka tetap berusaha agar leher baju yang dipakai tidak ikut turun, sehingga (maaf) yang tersembunyi dibalik BH tidak kelihatan.
Tahap II, Istilah modern-nya Masa Sekolah Dasar. Pada tahap inilah dimana pada saat TV menjamur dinegeri yang tercinta ini, kawula muda mulai memakai budaya asing, sehingga melupakan budaya sendiri. Pakaian wanita umumnya sudah KETAT alias JANGKIS. yang memakai jilbab pun akhirnya ikut-ikutan. dengan demikian benda yang semestinya tidak diketahui akhirnya dapat diketahui oleh kaum Adam. (maaf untuk kedua kalinya).
Tahap III, berinisial SMP. Ini sudah kelewatan, masih mending memakai pakaian ketat, dari pada memakai pakaian pada tahap ini, yakni hanya memakai pakaian dalam (bukan BH). disinilah sebagian dada kaum Hawa terlihat, lantas bagaimana bagi mereka yang memakai jilbab. ternyata mereka juga tidak mau ketinggalan, walaupun masih memakai baju dengan leher akan tetapi sengaja mereka rancang baju yang terbuka didepan sehingga dadanya pun ikut kelihatan.
Tahap IV, adalah tahap yang telah lulus dari SMP, yakni SMA. dimana pada tahap ini kaum hawa semakin meninggalkan budaya dimana dia berasal. Mereka hanya memakai BH untuk menutup bagian tubuh diatas dan memakai celana dalam untuk menutup bagian tubuh dibawah. Naudzu Billah. Seakan-akan yang mereka anggap aurat hanyalah itu dan itu. sehingga tak heran jika maksiat merajalela.
Tahap V, adalah tahap kesarjanaan yang mereka raih di Perguruan Tinggi, dimana pada tahap ini betul-betul edan. Mengapa penyusun menyebutnya edan? ya... setelah masih mengikuti budaya sendiri kemudian berpindah kebudaya asing mulai dari pakaian ketat kemudian beralih ke pakaian dalam dilanjutkan ke hanya BH dan akhirnya tanpa memakai pakaian (tanpa seutas benang pun melekat ditubuhnya). akibatnya apa? Hal–hal yang tidak diinginkan akhirnya terjadi juga. bukti nyata, beberapa tahun yang lalu terjadi sebuah peristiwa di Bandung dan diberi nama “Bandung Lautan Asmara”, disambut lagi casting iklan sabun yang juga bikin heboh, kemudian dilanjutkan dengan Tragedi Kamar Mandi, diawal bulan April 2003. Ternyata bukan itu saja, Kasus pemerkosaan hampir tiap hari bahkan tiap jam didengar dan dibaca melalui media massa. Bukankah kejahatan seperti itu terjadi karena adanya kesempatan, dan kesempatan itu diberikan oleh mereka yang telah kehilangan empat tahap sebelumnya. Disinilah diharapkan kepada kaum Hawa supaya kembali kejalan yang benar, sebab suatu saat nanti mereka akan jadi ibu, sementara ibu diibaratkan bumi. dibumi ada Laut, ada Pohon dan ada Gunung. Sementara Ayah atau laki-laki hanyalah sebuah cakrawala.
Disamping dari segi pakaian, bioskop-bioskop pun bertebaran dimana-mana memberikan informasi kejahatan birahi yang paling tua. Media terpopuler, TV mulai merebak menebarkan racun birahi kesegenap penjuru negeri hingga merambah tempat paling sakral. Untuk kalangan elit tersedia media global (internet) yang menyediakan menu birahi paling canggih dan lebih dari segalanya. Untuk para remaja modern disediakan telepon premium call untuk menemukan pasangan kumpul kebonya.
Disadari atau tidak, kini kita tengah berada didunia kepura-puraan. Ironisnya, kita terkadang percaya pada kepura-puraan itu. Saban hari masyarakat kita disuguhi 80% tontonan televisi yang berisi kepura-puraan bahkan kebohongan dan gosip. Film-film atau sinetron-sinetron yang masyarakat pergoki tiap hari menawarkan berbagai kepura-puraan yang sangat ironi. Begitu pula iklan-iklan yang menawakan penyembuhan tuntas dan gaya hidup “WAH” dengan klip yang bebas moral, juga sarat kepura-puraan.
Sebagaimana kita ketahui, hiburan televisi kian banyak pilihan. Sejumlah perusahaan televisi swasta yang telah mengantongi izin operasional, menyiarkan acara-acara yang kian hot dari hari kehari. Dari mulai tayangan seputar kisah-kisah kehidupan salebritis, kisah hubungan privasi suami-isteri, film-film vulgar barat, ditambah goyangan hot dangdut Inul dan para pengikutnya.
Program MTV yang dulu Cuma bisa dilihat dengan bantuan antena parabola, kini bisa dengan diakses langsung melalui Global TV, suatu acara yang menampilkan lagu-lagu dan klip video asing dan lokal. Celakanya, program itu sangat digandrungi kaum muda. Padahal bila disimak isinya sangat vulgar. Didalamnya para pemirsa dapat melihat sebagian besar penyanyi asing dan lokal, dengan klip maupun syair-syair yang sama vulgarnya. Klip itu umumnya menampilkan penyanyi (khususnya penyanyi wanita) bergaya sensual, diiringi pendukung wanita-wanita berbusana amat minim dengan para pria, menampilkan adegan-adegan erotis.
Adegan-adegan vulgar itu misalnya pada klip penyanyi Britney Spears. Shakira juga menampilkan adegan tak kalah erotisnya. Dalam klipnya, dengan busana minim penyanyi wanita itu meliuk-liukkan tubuhnya. Daren Hayes lewat klip lagu Insatiable, lebih vulgar lagi. Klip ini memperlihatkan adegan hubungan suami-isteri yang cukup vulgar. Ironisnya lagi dari angket yang disebarkan, pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Maniangpajo menunjukkan 100% responden pernah menonton adegan seperti itu.
Belum lagi lirik-lirik vulgar yang dibawakan para penyanyi. Coba perhatikan lagu berjudul “TELAT TIGA BULAN” yang dibawakan kelompok JAMRUD berikut ini: Malam Sabtu kujemput, rok minimu menyambut. Kuajak kau kelaut, lihat pemandangan bagus. Namanya laut, angin pasti kuenceng. Rokmu berayun, naik turun. Hei salahku aku yang jadi mau, karena melihat isi dalam rokmu. Hei kenapa kau pun mau, saat kurayu. Dan kita langsung berguling bergerak bebas diatas pasir….
Termasuk lagu SURTI-TERJO dan kawan-kawan oleh JAMRUD ataupun lagu yang digandrungi remaja Bugis-Makassar “BACO-BECCE” atau “FLEXI” dan pengikut-pengikutnya yang dibawakan oleh ART 2 TONIC. Tayangan seperti ini jelas bermasalah, karena bisa dikategorikan melanggar kesusilaan. Tapi apa boleh buat, definisi “PORNO” di negara kita masih sangat kabur, tidak jelas dan terkesan peraturan perundangan kita bisa dengan mudah dipermainkan kalangan berduit yang memang mencari makan dengan cara menyebarkan bisnis maksiat sebanyak-banyaknya.
Karena itu, pornografi bebas ditayangkan tanpa larangan, ironisnya, tayangan tersebut menjadi acara yang amat digandrungi kaum muda. Selain menampilkan musik dan tayangan erotis, adegan kekerasan semacam acara “CELEBRITY DEATH MATCH”, walaupun dalam bentuk animasi, disitu menampilkan para selebriti Amerika Serikat yang bertarung sampai salah satunya hancur/mati. Jelas, inti pesan suguhan itu adalah sadisme.
Kalau kita mau jujur, sebagai hiburan keluarga, sebenarnya acara-acara televisi amat beresiko, kalau tidak ingin dikatakan berbahaya. Anak-anak dan remaja yang hobi berat nonton televisi, sudah barang tentu harus diawasi secara ketat, karena sebagian besar acara-acara yang ditayangkan di televisi berorientasi pada kehidupan seks bebas dan sadisme.
Disamping itu, anak-anak dan remaja disuguhi SINCHAN, JIN DAN JUN, JINNY OH JINNY, dan film impor yang sarat mistik dan kekerasan. Tak ketinggalan ibu-ibu yang gandrung dengan sinetron dan telenovela yang kesemuanya menawarkan gaya hidup mewah dan perilaku seks bebas. Semuanya berkeliaran di televisi menawarkan ideology tandingan ditengah masyarakat agamis. Ironisnya lagi, tayangan tersebut dipasaran alias paling disukai penonton dan tokoh utamanya dijadikan panutan sekalipun tanpa alasan yang jelas. Itulah dunia kepura-puraan.
Didunia kepura-puraan tidak mengenal urusan percaya atau tidak, yang ada adalah kesenangan, yang tentu saja semu. Masyarakat dipaksa percaya pada berbagai tayangan hingga terkadang mengaduk-aduk emosinya sendiri bahkan membawanya kealam mimpi. Tak heran jika para remaja putra tergiur oleh dunia kepura-puraan, bermimpi mendambakan tubuh seperti model dalam iklan dan film. Bahkan jika ada keajaiban ingin persis seperti mereka.
Karenanya, berbagai tindak kriminal berupa seks bebas dan kekerasan didunia remaja hakekatnya didikan dari dunia kepura-puraan. Berbagai tindak kriminal berupa korupsi, kolusi dan nepotisme yang dilakukan masyarakat menengah dan elit pengusaha hakekatnya implikasi dari dunia kepura-puraan juga. Mengapa tidak, bukankah sinetron dan film-film itu selalu menawarkan enaknya kehidupan mewah? Jalan pintas menuju kemewahan itu tak lain kecuali KKN.
Tak heran, jika Akbar S. Ahmad, seorang sosiolog mengemukakan bahwa media televisi dizaman modern telah menumbuhkan gejala pemujaan tubuh dan pesonifikasi gaya hidup baru. Televisi lewat berbagai menu acaranya telah membius remaja akan pentingnya penampilan tampak muda. Menjadi tua merupakan dosa tak termaafkan. Mereka harus sensual, anggun, atraktif dan berpakaian mutakhir. Remaja tidak boleh buruk nafas, berjerawat apalagi bau badan. Aldous Hukley seorang pengarang fiksi ilmiah terkemuka pernah meramalkan ihwal kehancuran spiritual (iman) akibat gencarnya tayangan kepura-puraan televisi. Bahkan ia menyebut televisi sebagai musuh berwajah ramah.
Belum lagi media cetak dengan kecanggihan teknologinya berhasil menebarkan ribuan surat kabar, tabloid, majalah kesegenap pelosok negeri mengajarkan mode pakaian yang berlumuran birahi. Saat ini sangat mudah menemukan majalah dan tabloid porno, semuanya tersedia diemper-emper pasar kampungan hingga pasar modern.
Maka janganlah heran jika pelanggaran birahi dan kejahatan seksual di Indonesia terjadi mulai dari Presiden (Gusdur & Aryanti), Menteri, Anggota DPR, PNS, TNI, Pengusaha, TKW, Pramugari, Artis, Aktor/Aktris, Mahasiswa, Pelajar, hingga ke anak jalanan. Untuk itu tidak usah heran jika perilaku anak-anak muda pun makin hari, kian bejat. Bercinta didepan umum tanpa rasa malu. Bahkan lebih dari itu pun kita tidak usah uring-uringan karena toh mereka belajar dari lingkungannya.
Untuk itu, berbicara negeri birahi tak akan lepas dari peran media massa. Bahkan secara sadar, media telah berupaya menjadikan Indonesia menuju negeri penuh birahi. Sebagaimana dipaparkan diatas, sulit ditemukan norma-norma yang membatasi antara pornografi dan seni. Akibatnya, acapkali pornografi digugat, maka para praktisi media massa berkelit diketiak seni.
Masih teringat, kasus pencekalan Ratu Ngebor, Inul Daratista oleh Raja Dangdut Rhoma Irama. Karena atas nama seni, sampai sekarang Inul masih bebas bergentayangan memamerkan liukan tubuhnya setelah mendapat dukungan dari beberapa orang yang berlindung dibawah nama seni. Termasuk Gusdur.

D. BUAH SEKS
Penyakit kelamin erat kaitannya dengan praktek gonta-ganti pasangan atau partner seks. Berbagai penyakit kelamin yang kini dikenal didunia kedokteran adalah sifilis, mole, gonrone, ulkus, limpogranuloma, venereum, inguinale, trikomoniasis, herpes progenitalis, trikomoniasis dan AIDS.
Dari semua penyakit itu yang paling terkenal, paling berbahaya dan paling banyak diderita oleh pelaku free sex ada empat, yaitu:
1. Sifilis, yaitu jenis penyakit kelamin yang paling sering diderita oleh pelacur atau pelaku seks. Sifatnya sulit hilang dan jika sembuh pada bulan ini akan muncul pada bulan berikutnya. Sifilis sering juga disebut penyakit raja singa disebabkan oleh kuman Treponema pallidum. Kuman ini berbentuk seperti paku sekrup dan bisa bergerak meliuk-liuk masuk cepat melalui pori-pori kulit dan luka yang terbuka.
2. Gonrone (GO) yaitu penyakit kelamin yang disebabkan oleh kuman neisseria gonorrhoeae. Kuman ini menyerang selaput lendir pada beberapa organ tubuh. Selaput lendir yang diserang diantaranya selaput lendir rektum, mata, mulut dan anus. Selain itu, kuman gonore ini juga dapat masuk pada darah dan sendi lutut kemudian menyerangnya.
3. Herpes Progenitalis, yakni penyakit yang disebabkan oleh virus harpes simpleks yang secara bertahap berkembang dan menyebabkan luka lecet yang sangat menyakitkan disekitar kelamin, baik laki-laki maupun perempuan.
4. AIDS (Acquired Immune Defisiency Sindrome) yaitu penyakit yang disebabkan Human Immunedeficiency Virus (HIV) yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Yang paling mengagetkan, hingga kini belum ditemukan obatnya dan siapapun yang terjangkit tak peduli orang kotor atau mereka yang baik-baik.

E. MENEKAN SEKS
Upaya menekan seks, sebaiknya dilakukan melalui pendekatan-pendekatan agama dalam hal ini yang sesuai dengan tuntutan agama Islam. Sebuah berita yang dimuat oleh Surat Kabar Umum “Wajo Mesra” Makassar edisi No. 43 Tahun V, sempat mengagetkan penyusun. Dalam berita tersebut dimuat hasil penelitian dari Population Council dienam propinsi di Indonesia, didapatkan bahwa alasan responden menyunat anak perempuannya karena sebagai bagian dari perintah agama. Sunat perempuan menurut penelitian itu tidak pernah muncul dalam dakwah. Dari sini pula muncul pernyataan Menteri Kesehatan RI, Siti Fadillah Supari bahwa sunat bagi perempuan tidak pernah ada dalam standar pelayanan kesehatan. Sehingga Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Meutia Hatta Swasono berharap sunat bagi perempuan dilarang.
Menurut hemat penyusun, pernyataan seperti itu salah besar, sebab kewajiban khitan adalah sangat baik ditinjau dari sudut ilmu kedokteran. Sabda Rasulullah SAW: “Barang siapa masuk Islam, maka hendaklah ia dikhitan”.
Secara statistik dapat dibuktikan bahwa laki-laki yang dikhitan jarang terkena penyakit kanker penis dibanding dengan laki-laki yang tidak dikhitan. Hal ini disebabkan dengan dikhitan ujung penis menjadi bersih dari kotoran-kotoran (spegma) yang dapat merangsang timbulnya penyakit kanker. Disisi lain, bagi wanita yang tidak disunat akan mengalami nafsu seks yang sangat besar sehingga dikhawatirkan akan berbuat yang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam.
Akan tetapi, jika kekhawatiran itu semakin memuncak, hendaklah orang tuanya menikahkan mereka, sebab dengan menikah kebutuhan biologis akan tersalur secara halal. Namun, bila belum berkeinginan kawin, agama Islam kembali mengatur, agar terhindar dari hawa nafsu syahwat yang merusak, maka bisa dikekang dengan cara berpuasa. Sebab dengan berpuasa, nafsu syahwat yang membara akan berkurang sehingga terlepas dari zina.

F. PENDIDIKAN SEKS DI LINGKUNGAN KELUARGA
Memberikan pengertian mengenai kehidupan intim antara wanita dan pria pada anak, agaknya memang susah. Apalagi masalah yang satu ini tabu untuk diberitahukan kepada anak. Umumnya mereka beranggapan, bahwa anak-anaknya akan mengetahui hal itu dengan sendirinya. Padahal tanpa bimbingan orang tua, anak bisa mendapatkan pengertian yang salah. Bahkan tak jarang yang terjerumus karena ketidaktahuan anak.
Banyak orang tua yang belum tahu mengenai pentingnya pendidikan seks (sex education) untuk masa depan anak. Tak sedikit pula orang tua yang menyerahkan pengertian ini kepada lingkungan sosial dan alam saja. Artinya, anak dibiarkan mencari tahu sendiri mengenai kehidupan intim dilingkungan sekitarnya. Padahal dalam Islam, hubungan psikologis antara orang tua dan anak tidak ada batasnya, sampai kedua orang tua meninggal dunia masih memiliki hubungan batin.
Perilaku seks yang benar perlu diajarkan oleh setiap orang tua, sejak anak mengenal lingkungan, dia tidak harus ditabukan lagi, sepanjang pada garis yang ditentukan oleh kaidah-kaidah Islam dan tidak meninggalkan kaidah-kaidah yang berlaku di masyarakat. Perilaku seks yang benar dapat menentukan suci atau tidaknya status seseorang. Pendidikan seks yang benar juga harus dipahami, dihayati oleh setiap orang dan diselesaikan dengan tingkat usia manusia agar tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan yang fatal, menjerumus kepada kedzaliman yang dilarang oleh Islam.
Setiap individu manusia dianugerahi insting seksual yang tidak melampaui batas fitrahnya. Semua itu harus dilakukan secara benar dan normal seperti yang telah digariskan dalam Islam. Pendidikan keluarga sebagai pendidikan pertama dan utama memiliki peran sentral dalam pembentukan anak shaleh, terutama dalam hal ini yang terhindar dari berbagai penyimpangan seksual. Berbagai upaya yang harus dilaksanakan berkaitan dengan pendidikan seks dilingkungan keluarga menurut Islam antara lain:
1. Memisahkan tempat tidur anak
Islam memerintahkan orang tua memisahkan tempat tidur anak-anaknya manakala mereka telah mencapai usia tujuh tahun juga memerintahkan shalat pada usia itu. Sebagaimana hadist Nabi Muhammad SAW :
“Suruhlah anak-anakmu melakukan shalat ketika mereka berusia tujuh tahun. Jika telah berusia sepuluh tahun mereka tidak mau melakukannya, maka pukullah dan pisahkan tempat tidur mereka.” (HR. Abu Dawud)

2. Meminta izin ketika memasuki kamar orang tua
Orang tua juga harus mengajarkan kepada anak-anaknya yang belum baligh agar membiasakan meminta izin ketika akan memasuki kamar orang tuanya pada saat-saat tertentu. Secara tegas Allah SWT menjelaskan dalam Al Qur’an:
“Hai Orang-orang yang beriman, Hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki dan orang-orang yang belum baligh diantara kamu meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hati) yaitu sebelum shalat subuh, ketikakamu menanggalkan pakaian ditengah hari dan sesudah shalat isya. Itulah tiga aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan atas mereka selain tiga waktu itu. Mereka melayani kamu sebagaimana kamu sama ada keperluan kepada mereka. Dan apabila anakmu telah sampai umur baligh, maka hendaklah mereka meminta izin seperti orang-orang yang sebelum mereka meminta izin” (QS. An-Nur : 58 – 59).

Dari ayat tersebut, menjelaskan dasar-dasar pendidikan keluarga tentang adab anak kecil dalam meminta izin tatkala hendak masuk kamar orang tuanya yaitu: (1) Dini hari sebelum waktu shalar subuh, sebab biasanya orang tua masih tidur ditempat tidur; (2) Siang hari setelah shalat dhuhur, sebab biasanya pada waktu itu waktu tidur dan istirahat dengan menanggalkan pakaian; (3) Sesudah shalat isya, sebab waktu itu biasanya dipergunakan untuk tidur dan istirahat. Aturan ini dalam rangka menjaga mentalitas anak dan menjaga kesucian seks. Sehingga anak terhindar dari pandangan yang tidak layak menurut usianya. (Nina Sutiretna)
3. Mengajarkan adab memandang lawan jenis
Diantara masalah penting yang wajib diajarkan kepada anak-anak adalah membiasakan adab memandang sejak anak masih berada pada masa tamyiz (dewasa), agar anak mengetahui masalah-masalah yang dihalalkan dan diharamkan. Setelah anak mendekati masa baligh dan telah mencapai masa taklifnya, ia telah dibekali akhlak yang suci dan mulia. Dalam Al Qur’an Surat An-Nur ayat 30-31, Allah SWT berfirman:
“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Dan katakanlah kepada wanita yang beriman bahwa hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya.

BUKUNYA ACCHER

BAB II
PERIODISASI PENDIDIKAN SEKSUAL

A. TINJAUAN PSIKOLOGI
Dalam tujuan psikologi pendidikan, masalah seksual jarang dibahas oleh para ahli. Hal itu disebabkan psikologi pendidikan masih dianggap baru dan masih belum ramai dibicarakan.
Sebelum lebih jauh berbicara tentang priodisasi pendidikan seksual, maka terlebih dahulu dijelaskan pentingnya pendidikan seksual ditinjau dari sudut ilmu psikologi pendidikan.
Menurut Utsman Ath-Thawil pendidikan seksual kepada anak dimaksudkan untuk memberikan pelajaran dan pengertian kepada anak, baik laki-laki maupun perempuan sejak ia memasuki masa baligh, serta berterus terang kepadanya tentang masalah yang berhubungan dengan seksual, naluri, dan perkawinan. Alasan tersebut memiliki alas an mendasar, sebab:
1. Masalah seksual merupakan sisi (cela) yang paling rentan dapat dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok tertentu yang ingin menghancurkan masa depan generasi muda
2. Bila pendidikan seksual tidak diajarkan,maka akan berdampak negatif terhadap perkembangan psikis anak yang merupakan teka-teki sehingga menyebabkan timbulnya perasaan khawatir, perasaan bersalah, dan berdosa berlebihan didalam diri anak. Berdasarkan penelitian ia juga mengalami berbagai macam konflik jiwa.
3. Dalam ilmu psikologi pendidikan, mengharuskan para pendidik (terutama orang tua) agar selalu memberikan jawaban positif dan benar terhadap setiap pertanyaan seputar masalah seksual yang diajukan anak sehingga ketika tumbuh menjadi dewasa terbebas dari tekanan psikologis.
4. Seorang anak yang berada pada tahap usia baligh, secara naluri akan terdorong untuk bertanya masalah yang berhubungan dengan seksual. Orang tua (guru) seyogianya mengajarkan pendidikan seksual yang benar, sebab boleh jadi anak akan mencari informasi dari sumber buku seksual yang sengaja dirancang oleh oknum tertentu untuk menghancurkan masa depan generasi muda. Salah satu contoh buku tersebut ialah buku yang memuat pornografi dan mengeksploitasi pendidikan seksual.
5. Masalah seksual bukan masalah sekunder tetapi masalah primer sebab para peneliti telah membuktikan, bahwa diantara para peradaban yang pernah dibangun umat manusia runtuh akibat kenikmatan penyimpangan seksual. Kehancuran semacam ini jelas akan terulang kembali, bila tidak mendapat perhatian yang serius dan benar. Apalagi di era globalisasi saat ini, budaya seks bebas yang diterapkan barat telah masuk ke Indonesia tanpa kendali, malah justru diagungkan dan dilindungi.
6. Gejolak seksual pada usia remaja akan mendorong untuk memikirkan masalah seksual, mencari jalan tempat menyalurkan hasrat seksual mereka. Gejolak tersebut menjadi tidak terkendali, bila tidak mendapat arahan dan pendidikan yang menyadarkan bahaya penyimpangan seks di masyarakat.
Islam mengajarkan kepada orang tua dan guru agar berterus terang kepada anak, baik laki-laki maupun perempuan tentang pendidikan seksual, dengan menurut ilmu psikologi pendidikan maupun menurut ilmu keislaman. Hal itu seperti yang telah disampaikan hukum memandang dan etika meminta izin. Ada yang paling penting untuk diketahui, bahwa ada golongan tertentu yang mengeksploitasi seks dan keterlibatan mereka dalam usaha menghancurkan generasi muda
Pendidikan seksual harus dijelaskan secara benar dan tidak bertentang dengan tata susila. Ilmu seksual bagi anak bukan sekedar mengetahui tetapi lebih dari itu membimbing dan mengajari mereka untuk berbudi pekerti yang luhur. Dalam ajaran Islam, bahwa ilmu pendidikan tentang seksual wajib diajarkan kepada anak dari berbagai sudut pandang, terutama masalah perbuatan zina yang harus dihindari. Ini didasari firman Allah dalam surat Al-Isra : 32 “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”.
Ayat ini mengingatkan agar orang tua berterus terang kepada anak, bahwa zina berakibat fatal bagi manusia karena mengganggu perkembangan psikologis secara total. Mengenai periodisasi pendidikan seksual, Sigmund Freud menegaskan, bahwa ada lima fase perkembangan seksual pada anak, yaitu:
1. Fase pertama ialah fase oral, mulut (bibir), berlangsung dari umur 1 – 2 tahun
2. Fase kedua ialah fase anal (dubur), karena ia mengalami kesenangan sewaktu buang air besar. Pada fase ini sering dijumpai seorang bayi memakan tinja (kotoran). Ini berlangsung dari 2 – 3 tahun
3. Fase ketiga ialah fase uretral, yaitu ia mengetahui bahwa ia mempunyai alat kelamin (zakar bagi laki-laki) yang dapat dimainkannya dan dia mengalami kesenangan. Fase ini berlangsung dari 3 – 5 tahun.
4. Fase keempat ialah fase falus, seks tidak menonjol, fase yang sejak ia memasuki sekolah, seluruh perhatian dicurahkan kepada pendidikan dan bermain untuk mencari kesenangan. Ini berlangsung hingga mencapai usia remaja. Pada fase ini, kesenangan seksual diperoleh melalui dirinya sendiri, karena ia masih bersifat aseksual.
5. Fase kelima ialah fase genital, kelenjar dan alat kelamin mulai berfungsi dan perhatian terhadap seksual sudah mengarah pada lawan jenisnya. Untuk setiap perkembangan anak pada fase ini, mempunyai perbedaan cepat lambatnya memasuki fase genital. Pada golongan anak perempuan yang subur dapat terjadi pada usia 9 – 10 tahun. Normalnya 11 – 12 tahun. Pada anak laki-laki biasa terjadi sekitar 15 – 16 tahun.

B. PENYIMPANGAN SEKSUAL
Cinta dan seks sesungguhnya dua hal yang terpisah, namun diera ini nyaris tidak ada bedanya. Istilah “bercinta” diidentikkan dengan hubungan badan. Begitu pula pacaran yang sesungguhnya untuk saling kenal, berubah menjadi praktek seks pranikah. Penyimpangan-penyimpangan ini telah merusak citra cinta sendiri sebagai istilah yang menggambarkan kasih sayang, saling setia dan saling melindungi. Namun kenyataannya telah tercemar oleh perilaku yang diadobsi dari binatang. Cinta telah ternoda dan sudah sangat kusam tertutup debu-debu birahi yang menjijikkan.
Kebutuhan seksual sebagai salah satu kebutuhan yang timbul dari dorongan nafsu untuk mencapai kepuasan jasmani dan kepuasan batin juga dapat timbul dari dorongan mempertahankan keturunan.
Menurut Sigmund Freud, bahwa kebutuhan seksual adalah kebutuhan pada manusia. Jika terpenuhi kebutuhan ini akan mendatangkan gangguan kejiwaan dalam bentuk tindakan abnormal. Sarlito Wirawan membagi tindakan abnormal kepada dua jenis, yaitu Perilaku penyimpangan seksual karena kelainan pada objek dan perilaku penyimpangan etika seksual karena kelainan pada caranya.
Penyimpangan seksual yang dilakukan remaja dalam berbagai tipe penyimpangan, rinciannya sebagai berikut:
1. Masturbasi/Onani
Onani atau sering disebut juga masturbasi berasal dari bahasa latin, masturbation yang berarti pemuasan kebutuhan seksual terhadap diri sendiri dengan menggunakan tangan (mastur: tangan, batio: menodai) sehingga masturbasi berarti menodai diri sendiri dengan tangan sendiri (dholimun linnafsih). Ada juga yang menyebut bahwa onani adalah manipulasi alat kelamin sehingga mendapatkan kepuasan seksual.
Nama lain bagi onani selain masturbasi adalah zelfbeulekking (penodaan dengan tangan), Auto-stimuli, Autoetism, self gratification dan ipsasi. Bahkan para psikolog sering juga menyebut dengan nama monoseks, yaitu kepuasan seks oleh diri sendiri. Para ulama dikalangan umat Islam sering menyebut dengan nama istimna.
Kebiasaan onani pada remaja adalah fenomena yang layak dicermati. Umumnya para remaja sadar, bahwa perbuatan tersebut tidak baik. Namun mereka pun merasa kesulitan untuk menghentikannya. Mereka bingung, kebiasaan itu tidak mudah dihilangkan terlebih lagi belum adanya tempat penyaluran yang layak. Terkadang dihantui rasa berdosa dan berbagai tekanan batin lainnya. Namun, tak sedikit pula remaja yang menganggap bahwa onani itu lebih baik dari pada melakukan zina. Anggapan itu mungkin didasarkan pada keterangan dari seksolog atau konsultan seks dan para juru dakwah.
Tak heran jika perilaku ini kian menggejala dikalangan remaja. Menurut angket yang pernah disebarkan penyusun sebagai suatu bahan presentasi dalam program Microsoft Power Point pada mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi kelas XI di SMA Negeri 1 Maniangpajo, didapatkan bahwa 100% responden laki-laki pernah/sering/rutin melakukan onani dan 2,5% responden perempuan pernah/sering/rutin melakukan masturbasi. Mereka pada umumnya melakukan penyimpangan tersebut diumur 15 tahun. Dari pengakuan mereka, perasaan menyesal dan hasrat untuk tidak melakukan kegiatan tersebut sudah ada, namun dalam kondisi dan situasi tertentu mereka kembali melakukan onani/masturbasi. Bahkan ada yang secara rutin melakukan kegiatan penyimpangan seksual tersebut dua kali dalam seminggu.
Psikolog Kensey berpendapat bahwa onani merupakan suatu bentuk rangsangan yang dilakukan dengan sengaja pada diri sendiri untuk memperoleh kepuasan erotik. Rangsangan ini tidak hanya berbentuk rangsangan taktil (berkaitan dengan sentuhan atau rabaan), melainkan juga berkaitan dengan psikis. Burt menambahkan, objek utama rangsangan pada perempuan adalah klitoris dan pada laki-laki adalah penis.
Pendapat lain menyatakan bahwa onani merupakan suatu tindakan darurat untuk menyalurkan hasrat biologis dengan rasa aman, artinya tidak mengandung banyak resiko. Karena itu, perilaku ini sering dilakukan para remaja untuk mengurangi ketegangan atau menunda perkawinan karena ingin menyelesaikan studi dulu atau karena belum ada kemampuan secara materi untuk menikah.
Menurut Dr. Kartini Kartono, 9 dari 10 remaja yang melakukan onani, mendapat kebiasaan itu karena menirukan temannya dan teman itu memberikan contoh, memberikan informasi-informasi dan memberikan rangsangan-rangsangan, baik dengan buku maupun bentuk lainnya. Sebagai akibat pengaruh dari luar yang tidak menguntungkan ini, serta didorong oleh kematangan seksual yang semakin memuncak, maka remaja sering melakukan onani ditambah lagi dengan stimulasi eksternal seperti buku cabul baik berupa gambar, tulisan atau blue film.
Para psikolog umumnya sependapat bahwa onani merupakan gejala yang lumrah atau biasa terjadi dan tidak ada pengaruh negatif terhadap fisik dan psikis jika dilakukan dalam stadium rendah. Para dokter pun juga sependapat demikian. Namun, kebiasaan onani secara terus menerus dan berlebihan akan mengakibatkan gejala-gejala fisik yang sangat melelahkan karena menyerap banyak energi dan kekurangan zat besi sehingga kelelahan itu nampak sekali manakala melakukan aktivitas yang memeras tenaga seperti kerja dan belajar.
Oleh karena itu, sebagian ulama Islam seperti Imam Syafi’I, Maliki, Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah, dll mengharamkan perbuatan onani. Namun, dalam stadium rendah, sebagian ulama memperbolehkannya atau memakruhkannya dengan syarat, jika keadaannya benar-benar terpaksa seperti belum ada kemampuan menikah sementara kebutuhan biologis semakin mendesak.
2. Biseksual
Biseksual adalah orang yang mempunyai karakteristik psikologis dari kedua jenis kelamin. Artinya, suatu waktu berhubungan badan dengan lawan jenis dan lain waktu berhubungan dengan sejenis.
3. Heteroseksual
Istilah heteroseksual hampir identik dengan perzinahan, pelacuran dan promiscuity (gonta ganti pasangan). Kelompok ini melakukan hubungan seksual normal yaitu terhadap lawan jenis, namun prakteknya dilakukan diluar jalur pernikahan dan dilakukan terhadap banyak pasangan.
4. Homoseksual
Homoseksual merupakan kecenderungan memiliki hasrat seksual atau mengadakan hubungan seksual dengan jenis kelamin yang sama. Homoseksual pada perempuan disebut lesbian sedangkan pada laki-laki disebut gay. Kaum homoseksual biasa melakukan hubungan intim lewat anal/dubur (anogenital) dan oral/mulut (oral seks)
5. Free Sex
Pada dasarnya semua penyimpangan seksual yang dibahas dalam buku ini termasuk jenis free sex atau seks bebas. Namun, yang dimaksud free sex disini lebih luas dan tak terbatas. Kelompok free sex menghalalkan segala cara dalam melakukan seks dan tak terbatas pada kelompok orang. Mereka tidak berpegang pada moralitas atau nilai-nilai manusiawi. Suatu waktu mereka bisa berhubungan seksual dengan orang lain (kumpul kebo) dan dilain waktu mereka juga bisa mengauli keluarga sendiri, baik adik, kakak, atau keluarga terdekat lain bahkan mungkin orang tua dan anaknya sendiri.
Di Indonesia sendiri gejala seperti ini mulai nampak. Masih teringat sebuah VCD yang beredar berjudul “BANDUNG LAUTAN ASMARA” yang merupakan kasus kumpul kebo yang melibatkan mahasiswa. Kasus seperti ini, juga banyak dijumpai diberita koran dan tayangan di televisi.
6. Transeksualisme
Transekualisme adalah perilaku yang menunjukkan ketidak mauan untuk menerima jenis kelamin yang dimiliki, mereka menginginkan sebaliknya. Hal ini disebabkan karena menurut perasaannya dirinya cocok menjadi laki-laki atau perempuan.

7. Semen Leven
Perilaku semen leven adalah perilaku hidup bersama atau berkelompok tanpa ada sedikit pun niat untuk melangsungkan pernikahan. Dasar pijakan mereka adalah kepuasan seksual, baik secara suka sama suka atau mungkin hanya sekedar memenuhi kebutuhan seksual secara seketika dengan cara yang mudah tanpa ada dasar cinta sama sekali
8. Exibiosinisme
Exibiosinisme adalah perilaku yang mendapat kepuasan seksual dengan cara menampakkan alat kelaminnya pada orang dikenal atau pada yang tidak dikenalnya pada sejenis atau jenis berbeda tanpa ada kelanjutkan untuk melakukan hubungan seksual langsung. Mereka biasanya merasa lebih bangga jika ternyata kelaminnya diekspos dimedia massa. Mereka dengan senang hati dipotret telanjang untuk video atau majalah porno.
9. Voyeurisme
Voyeurisme adalah perilaku yang mendapat kepuasan seksual dengan hanya melihat aurat orang lain yang sedang terbuka atau tidak sengaja dibuka. Perilaku ini bisa dilihat langsung umpamanya mengintip orang mandi atau lewat film atau gambar porno. Contoh: beredarnya VCD “CASTING IKLAN SABUN” dan “TRAGEDI KAMAR MANDI” yang melibatkan beberapa artis kenamaan Indonesia.
10. Fethisisme
Fethisisme merupakan perilaku menyimpang yang merasa mendapat kepuasan seksual hanya memegang, memiliki atau melihat benda-benda atau pakaian yang sering dipakai perempuan. Umpamanya: sapu tangan, BH, celana dalam, dll
11. Sadisme
Sadisme yang dimaksud disini adalah sadisme dalam bidang seksual yaitu suatu penyimpangan yang merasa mendapatkan kepuasan dengan melukai pasangannya.
12. Masokisme
Masokisme adalah perilaku menyimpang yang merasa mendapatkan kepuasan seksual dengan cara melukai diri sendiri atau meminta dilukai. Hal itu bisa dilakukan dengan cara memukul diri sendiri bahkan mungkin menjurus ke bunuh diri.
13. Troilisme
Troilisme adalah perilaku menyimpang yang merasa mendapat kepuasan seksual jika aktivitas seksualnya disaksikan orang ketiga. Penyimpangan seperti ini sebagai bentuk kurang percaya diri pada dirinya sendiri.
14. Sodomi
Sodomi pada awalnya istilah yang digunakan untuk menyebut mereka yang berhubungan badan dengan binatang. Namun, kini ada perluasan makna, yaitu perilaku menyimpang yang merasa mendapat kepuasan seksual dengan menyetubuhi dari dubur.
15. Perkosaan
Perilaku menyimpang yang merasa mendapat kepuasan seksual dengan cara memaksa orang lain atau istrinya untuk melakukan hubungan seksual. Perilaku seperti ini biasanya tidak memperdulikan apakah pasangannya itu merasa kesakitan, kepuasan, menikmati, atau tidak pada saat hubungan intim, jadi pada dasarnya, perkosaan bisa terjadi pada orang yang dikenal, saudara atau keluarga terdekat, anak, istri atau orang yang sama sekali tidak dikenal.
16. Aborsi
Aborsi atau pengguguran kandungan sebenarnya bukan bentuk penyimpangan seksual, melainkan proses pembatalan kehidupan dan pemusnahan janin dari rahim si wanita. Sekalipun demikian, aborsi sangat erat kaitannya dengan free sex. Walaupun ada sebagian aborsi dikalangan pernikahan yang sah.
17. Pelecehan seksual
Pelecehan seksual berarti penghinaan terhadap nilai seksual seseorang yang ada pada tubuhnya. Pelecehan seksual bisa dalam bentuk tindakan, ucapan, tulisan, gambar atau gerakan tubuh yang dinilai oleh seseorang mengganggu atau merendahkan martabatnya speeti mencolek bagian tertentu dari tubuhnya, meraba,mencium, mendekap, dll.
18. Pacaran
Pacaran secara bahasa berarti saling mengasihi atau saling mengenal. Namun, diera sekarang pacaran justru lebih banyak diartikan pelampiasan dari rasa rindu terhadap yang dicintainya. Bahkan lebih tegas lagi, pacaran masa sekarang pada hakekatnya upaya pelampiasan keinginan seksual yang tertunda. Bagi laki-laki, pacaran juga bisa menguras isi dompet dan tentu bagi yang cewek ketiban rejeki nomblok. Ya, ini namanya cinta terpadu alias Terpaksa Pakai Duit
Dengan demikian, tidak ada salahnya jika pacaran dikatakan sebagai upaya penanaman free sex. Karena cara-cara seperti itu telah menjerumus pada pelampiasan nafsu seks diluar nikah. Sedangkan pernikahan itu sendiri sebenarnya belum tentu terjadi dengan orang yang pernah mencintainya atau pernah memacarinya. Bahkan justru kebanyak mereka yang berpacaran dengan gaya seperti itu, ternyata tidak jadi nikah dan cintanya terputus ditengah jalan.
Pacaran dengan gaya seperti itu bisa juga diartikan upaya pengikisan nilai/rasa cinta. Dua sejoli yang terlalu sering dan dalam setiap pertemuan terlalu lama berdua-duaan, lambat laun rasa cintanya akan kendur. Jika rasa cintanya mulai kendur, berarti ia mulai tidak mencintai gadis itu. Gaya seperti ini berangkali yang dilakukan oleh para artis Indonesia, sehingga budaya KAWIN – CERAI terjadi dikalangan mereka. (Untuk lebih jelasnya, baca secara tuntas buku ini).
Sementara itu, yang termasuk penyimpangan etika seksual adalah :
1. Frottage, ialah pemuasan nafsu seksual yang dilakukan dengan cara meraba-raba orang yang disenangi (bukan suami-istri), meraba bagian yang sensitif pada lawan jenisnya sampai melakukan hubungan seksual
2. Incest, ialah pemuasan nafsu seksual yang dilakukan dengan mengadakan hubungan kelamin dengan kerabatnya sendiri
3. Wide-wapping, ialah pemuasan nafsu seksual yang dilakukan dengan cara berganti-ganti pasangan, saling menukarkan pasangannya dengan pasangan-pasangan orang lain
4. Melacur, ialah pemuasan nafsu seksual yang dilakukan dengan perempuan pelacur. Cara yang dilakukan ialah melalui tawar-menawar harga pada wanita yang dianggap cocok, bila sesuai dengan seleranya ia melakukan transaksi dan melakukan hubungan seksual di sebuah tempat yang disepakati
5. Zina, ialah pemuasan nafsu seksual yang dilakukan dengan mengadakan hubungan kelamin pada wanita lain selain istrinya yang sah dengan cara suka sama suka dan tidak pakai bayaran atau upah
6. Selingkuh, ialah pemusan nafsu seksual yang dilakukan dengan orang yang dicintai tetapi belum melangsungkan akad nikah.

C. MEDIA PENGANTAR PERILAKU PENYIMPANGAN SEKSUAL
1. Pergaulan Bebas
Pergaulan bebas termasuk salah satu ciri dari kebudayaan Barat. Akhir-akhir ini pergaulan bebas antara pria dan wanita juga telah melanda Indonesia. Sebagai akibat saling hubungan antara bangsa di dunia internasional dalam urusan-urusan politik, ekonomi, sosial budaya dan hankam yang tidak mungkin lagi dapat dihindari dalam abad satelit ini. Pergaulan bebas merupakan pencerminan hasil perjuangan maksimal kaum hawa untuk memperoleh persamaan hak antara laki-laki dan perempuan dalam segala bidang, seperti dalam bidang pekerjaan, kesenangan, kelangsungan hidup perkawinan dan sejenisnya. Namun, begitu jauh perjuangan meraka dalam memperoleh hak tersebut sehingga telah ada pikiran-pikiran wanita dari suatu negara maju sekarang, bagaimana cara dan usahanya membebaskan diri dari melahirkan. Emansipasi wanita telah merubah cara berpikir mereka. Hamil dan melahirkan, dianggap sebagai penderitaan yang amat besar, yang tidak dirasakan oleh kaum pria. Mereka akan mengusahakan cara-cara baru penetasan sel benih manusia yang telah dibuahi dengan teknik-teknik modern. Mereka optimis bahwa hal itu dapat terlaksana, seperti telur-telur unggas yang dengan alat-alat canggih telah diproduksi manusia, dapat menetaskan telur.
Mereka cenderung bergaya hidup mewah yang bergelimang harta dan dengan menggunakan peralatan modern. Mereka ingin bebas bergaul dengan siapa saja. Agama dianggap kolot, frustasi dan belenggu hidup yang mengekang kebabasan kaum wanita.
Ditinjau dari ilmu psikologi pendidikan dari sudut pandang Islam, pergaulan bebas antara pria dan wanita tanpa batas dan tidak dilandasi oleh kaidah-kaidah dan norma-norma susila, sangat membahayakan generasi muda, terutama kepada generasi muda-mudi yang sekarang disebut ABG. Alasannya Islam melarang laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim duduk ditempat sepi berduaan, apalagi saling bercumbu rayu atau berpelukan. Bahkan, jika kita berdasar pada Sabda Nabi yang diriwayatkan Ahmad “Tidak boleh seorang diantaramu berduaan dengan perempuan lain (yang bukan muhrimnya)” maka berduaan dengan niat suci sekalipun seperti belajar berdua, hukumnya haram. Rasulullah SAW, bersabda :
“Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia bersunyi sepi berduaan dengan wanita yang tidak didampingi muhrimnya, sebab bila demikian syetanlah yang menjadi pihak ketiganya” (HR. Ahmad).

Syetan adalah nafsu syahwat yang sifatnya biologis dan operasional otomatis. Apabila, berduaan dengan lawan jenis, ia agresif dan mempunyai gerak refleks yang sangat cepat bagaikan magnet yang berlawanan kutub. Secara elektronis daya-daya yang terdapat pada diri manusia sama dengan daya yang dimiliki oleh listrik dan benda-benda lainnya, bedanya terletak pada tingkat kekuatan tarik-menarik antar pasangan dari daya tersebut.
Bila disebuah negara yang kebudayaannya tidak memberi batasan terhadap pergaulan bebas, juga tidak dikendalikan oleh hukum-hukum agama, maka pergaulan bebas tersebut membawa akibat yang fatal. Untuk wilayah Indonesia, walaupun terkenal sebagai negara dengan penduduk mayoritas Islam yang memiliki hukum-hukum tertentu dalam hal pergaulan bebas, tetapi dari data yang penyusun peroleh dari orang tua tercinta yang berprofesi sebagai Imam Kelurahan DualimpoE ditemukan setiap tahun terdapat pasangan muda-mudi yang menikah telah hamil beberapa bulan, pada waktu dilaksanakan akad nikah.
2. Mode, Make-Up dan Salon
Mode dan Make-Up bagi wanita dalam psikologi pendidikan dapat menimbulkan daya tarik tersendiri pada lawan jenisnya yang disebut sex appeal, yaitu bagian penting yang dimiliki oleh setiap orang untuk mendapatkan daya tarik dengan lawan jenisnya antara satu dengan lainnya.
Sex appeal timbul secara tiba-tiba dan dapat melemahkan kepribadian seseorang untuk berbuat sesuatu yang sifatnya erotic sexual, terutama dikalangan remaja. Erotic sexual, yaitu suatu pribadi yang inign mencoba untuk mencari kematangan bentuk dan mudah dipengaruhi dari luar. Apabila pengaruh itu datangnya menyolok dengan sengaja, maka dapat menimbulkan gerak refleks bagi lawan jenis yang melihatnya dan membuatnya kagum seketika.
Mode adalah model berpakaian yang disesuaikan dengan selera pemakaian. Tujuannya berpakaian menurut syara’ yaitu untuk menutup aurat. Artinya, pakaian yang dipergunakan menutup aurat, menambah kecantikan dan untuk mengurang agrevitas dari sex appeal maupun nafsu pada manusia.
Menurut Ibnu Abbas, anggota badan yang biasa terlihat itu ialah muka dan telapak tangan bagi perempuan sedangkan bagi laki-laki yang tidak boleh terlihat antara pusat dan lutut. Ini berdasakan atas hadis Nabi Muhammad SAW, yang diriwayatkan oleh Daraquthni dan Baihaqi. Persoalan yang timbul bagi wanita adalah mengapa perempuan yang harus menutupi seluruh tubuhnya dari pandangan laki-laki pada umumnya. Ditinjau dari segi psikologi pendidikan, atas dasar besarnya sex appeal dan nafsu, bahwa hampir seluruh tubuh wanita itu sangat menarik hati bagi kaum laki-laki.
Hamka mengatakan, bahwa seluruh tubuh wanita itu adalah aurat dalam arti dapat menimbulkan hawa nafsu syahwat bagi laki-laki yang memandangnya. Oleh karena itu, sejak lama beliau memperingatkan pada wanita-wanita Islam di Indonesia supaya tidak memakai pakaian-pakaian seksi yang setiap guntingannya sengaja untuk menimbulkan syahwat. Apabila bagian-bagian badan wanita yang tidak tertutup itu di make-up, akan tampak menggiurkan, maka pintu-pintu neraka telah bertebaran untuk segera masuk kedalamnya, juga peluang untuk proses penyimpangan seksual akan lebih banyak.
3. Audio Visual dan Media Porno
Perkataan film porno atau gambar porno agaknya telah menjadi bahasa Indonesia, dikenal secara luas dalam masyarakat Indonesia. Dalam bahasa asing, kata porno dipakai dalam kombinasi pornography yang berarti tulisan yang tidak pantas, bacaan yang tidak senonoh dan sejenisnya.
Bacaan porno atau tulisan porno ialah suatu tulisan atau gambar yang melanggar perasaan kesopanan. Tulisan atau gambar itu sedikit pun tidak mengandung nilai, melainkan hanya mengandung keinginan untuk membangkitkan nafsu birahi belaka, sehingga menurut norma-norma agama menimbulkan pikiran yang menyeret orang yang membaca menjurus pada pelanggaran susila.
Jenis film yang dapat dikatakan porno, dapat mengantarkan penontonnya kepada perilaku penyimpangan seksual dan perilaku penyimpangan etika seksual. Film porno tidak bermutu karena dibuat atas dasar komersil semata. Film yang dapat merangsang perilaku penyimpangan seksual dan perilaku penyimpangan etika seksual adalah adegan ranjang, petualangan cinta yang diobral murahan dan tidak pantas ditonton oleh orang yang menjunjung tinggi kaidah-kaidah agama.
Pada abad sekarang, krisis akhlak telah melanda hampir diberbagai negeri. Film berlabel 17 tahun keatas telah dikalahkan dengan kepentingan memperoleh uang banyak, sehingga film serupa itu menjadi konsumsi yang paling laris dikalangan muda dibawah umur. Bahkan, dari angket yang disebarkan penyusun kepada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Maniangpajo, ditemukan seorang siswa untuk pertama kalinya melihat suguhan tersebut diumur 10 tahun.
Selain itu teknologi digital masih ada, problema yang secara diam-diam cukup menggelisahkan masyarakat. Poster atau gambar-gambar porno dipajang dan ditempel ditempat-tempat umum untuk mencari penonton. Pemutaran dilayar TV, terutama siaran-siaran melalui antenna parabola dengan tayangan dari negara sekuler, membuat tayangan-tayangan film porno menjadi kegemaran dan tontonan yang sangat menarik bagi kalangan muda-mudi. Sama perannya dengan film porno adalah iklan-iklan dalam bentuk film dan gambar-gambar porno yang banyak diperjual belikan secara bebas ditempat-tempat tertentu, dimuat dalam majalah, surat kabar dan media massa lainnya yang juga dapat menghancurkan moral dan akhlak generasi muda.

4. Panti Pijat dan Mandi Uap
Dalam dunia modern ini dapat disaksikan, hampir di kota-kota berskala menengah dan besar ada terdapat nama yang tidak asing lagi, yaitu dengan istilah panti pijat dan mandi uap. Panti pijat dan mandi uap diambil dari bahasa asing, yakni message girl and steambath. Para pekerjanya adalah gadis-gadis muda belia (ABG) cantik-cantik dan mengenakan pakaian minim yang menggiurkan kaum Adam yang melihatnya. Gadis-gadis itu dalam bahasa asing disebut Hostes. Secara harfiah, hostes berarti wanita yang menerima pengunjung dari tamu-tamunya, wanita yang dibayar untuk menghibur atau berdansa dengan tamunya, wanita-wanita yang mengerjakan kesenangan untuk orang lain. Akan tetapi hostes identik dengan pelacur atau lebih halus lagi namanya disebut PSK (pekerja seks komersial).

BUKUNYA ACCHER

BAB III
MASA PUBER BAGI REMAJA

A. DEFINISI REMAJA
Istilah asing yang sering dipakai untuk menunjukkan masa remaja adalah puberteit, adolescentia dan youth. Dalam bahasa Indonesia sering dikatakan pubertas atau remaja.
Puberty (Inggris) atau puberteit (Belanda) berasal dari bahasa latin: pubertas yang berarti usia kedewasaan. Pubercence dan puberty sering diartikan sebagai masa tercapainya kematangan seksual ditinjau dari aspek biologis.
Istilah adolescentia (latin = adulescentis) dimaksudkan masa muda, masa yang tercepat antara usia 12 – 22 tahun dan mencakup seluruh perkembangan psikis yang terjadi pada masa tersebut. Di Indonesia istilah pubertas dan adolescensia dipakai dalam arti umum yaitu remaja.
Pengertian remaja itu sendiri sangat sulit didefinisikan. Dalam hubungan dengan hukum, hanya UU Perkawinan saja yang mengenal konsep remaja, walaupun tidak secara terbuka. Usia perkawinan 16 tahun untuk wanita dan 19 tahun untuk pria dapat disejajarkan dengan pengertian remaja dalam ilmu-ilmu sosial.
Dari sudut perkembangan fisik dan dalam ilmu kedokteran, remaja dikenal sebagai suatu tahap perkembangan fisik dimana alat-alat kelamin manusia mencapai kematangannya. Masa pematangan fisik ini berjalan kira-kira 2 tahun dan biasanya dihitung mulai haid pertama wanita, atau mimpi basah bagi laki-laki.
WHO mendefinisikan remaja merupakan suatu masa pertumbuhan dan perkembangan dimana: (1) Individu berkembang dari saat pertama kali ia menujukkan tanda-tanda seksual skundernya sampai saat ia mencapai kematangan seksual; (2) Individu mengalami perkembangan psikologis dan pola identifikasi dari kanak-kanak menjadi dewasa; (3) Terjadi peralihan dari ketergantungan sosial-ekonomi yang penuh kepada keadaan yang relatif lebih mandiri.
Ditinjau dari faktor sosial – psikologis, salah satu ciri remaja disamping tanda-tanda seksualnya adalah perkembangan psikologis dan pada identifikasi dari kanak-kanak menjadi dewasa. Puncak perkembangan jiwa itu ditandai dengan adanya proses perubahan dari kondisi “Entropy” ke kondisi “Negentropy”
Entropy adalah keadaan dimana kesadaran manusia masih belum tersusun rapi. Walaupun isinya sudah banyak (pengetahuan, perasaan, dll), namun isi-isi tersebut belum saling terkait dengan baik, sehingga belum bisa berfungsi secara maksimal. Selama masa remaja ini, kondisi entropy secara bertahap disusun, diarahkan, distrukturkan kembali. Lambat laun terjadi kondisi negatif entropy atau negentropy. Kondisi negentropy adalah keadaan dimana isi kesadaran tersusun dengan baik, pengetahuan yang satu terkait dengan pengetahuan yang lain, dan pengetahuan jelas, ia tidak perlu dibimbing lagi untuk bisa mempunyai tanggung jawab dan semangat kerja yang tinggi.
Menurut Sarlito, tidak ada profil remaja Indonesia yang seragam dan berlaku secara nasional. Sebagai pedoman umum untuk remaja Indonesia dapat digunakan batasan usia 11 – 24 tahun dan belum menikah. Pertimbangannya dikarenakan :
(1) Usia 11 tahun pada umumnya mulai menampakkan tanda-tanda seksual sekunder (kriteria fisik)
(2) Usia 11 tahun sudah dianggap akil baligh, baik menurut adat maupun agama (kriteria sosial)
(3) Pada usia tersebut, mulai ada tanda-tanda penyempurnaan perkembangan jiwa seperti tercapainya fase genital dari perkembangan psiko-seksual (Freud), tercapainya puncak perkembangan kognitif (Piaget), maupun moral (Kholberg) (Kriteria psikologik)
(4) Batasan usia 24 tahun, merupakan batas maksimal yaitu untuk memberikan peluang bagi mereka yang sampai batas usia tersebut masih menggantungkan diri pada orang tua
(5) Status perkawinan sangat menentukan. Seorang yang sudah menikah pada usia berapapun diperlakukan sebagai dewasa penuh, baik secara hukum maupun sosial.
Disamping itu, masih ada berbagai pendapat, walaupun tidak terjadi pertentangan. Bigot, Kohnstarn dan Pallaud mengemukakan masa pubertas berada dalam usia antara 15 – 18 tahun dan masa adolescence 15 – 21 tahun. Harlock mengemukakan usia remaja antara 13 – 21 tahun yang dibagi remaja awal 13 atau 14– 17 tahun dan remaja akhir 17 – 21 tahun. Sementara WHO menetapkan 10 – 20 tahun dan dibagi remaja awal 10 – 14 tahun dan remaja akhir 15 – 20 tahun. Dilain pihak PBB menetapkan usia 15 – 24 tahun sebagai usia pemuda (youth).
Di Indonesia dalam sensus penduduk tahun 1980 dikemukakan bahwa usia remaja adalah 14 – 24 tahun. Namun dari berbagai pendapat tersebut diatas, remaja memiliki karakteristik umum dengan sering terlihat adanya : (1) Kegelisahan dan mempunyai banyak keinginan yang tidak selalu dapat dipenuhi; (2) Pertentangan dan timbul perselisihan dengan orang tua atau orang lain yang menyebabkan timbulnya keinginan untuk lepas dari orang tua; (3) Berkeinginan besar untuk mencoba segala hal yang belum diketahuinya; (4) Keinginan menjelajah kealam sekitar yang lebih luas; (5) Menghayal dan berfantasi berkisar mengenai prestasi dan karir; (6) Aktivitas berkelompok.

B. PSIKOLOGIS REMAJA
Remaja dalam pandangan psikologi, sesungguhnya dimulai sejak usia 17 tahun. Buktinya, bahwa orang yang berusia 17 tahun bisa dikatakan sebagai orang yang sudah serba boleh. Misalnya saja, mereka boleh nonton film yang bertanda “17 tahun keatas”, sudah boleh punya KTP bahkan sudah berhak untuk menentukan kebijakan pemerintahan dengan ikut serta memilih pada PEMILU. Selain itu, mereka juga sudah boleh menjalin hubungan dengan lawan jenis atau “PACARAN”.
Dalam kehidupan seseorang, banyak mengalami perubahan diumur 17 tahun. Hal tersebut disebabkan selain kondisi lingkungan juga karena hormon-hormon biologis yang sudah mulai matang. Laki-laki ditandai dengan mulainya mimpi basah sedangkan perempuan ditandai dengan kedatangan tamu atau menstruasi secara rutin. Dari sinilah sesungguhnya secara biologis orang sudah bisa dibilang matang.
Akan tetapi, tidak semua orang matang diusia 17-an, malah ada yang mulai matang di usia sebelum itu. Hal tersebut terjadi karena disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya karena faktor gizi yang cukup tinggi sehingga memacu kematangan fungsi biologis, bisa juga kerana pengaruh “dunia luar” seperti tontonan dan bacaan yang mempercepat proses kematangan tersebut.
Kematangan fungsi biologis sesungguhnya sangat penting, karena tanpa kematangan ini manusia sulit melanjutkan fungsi regenerasi di dunia. Namun demikian, ada satu hal yang lebih penting untuk dimengerti, bahwa tidak semua kematangan biologis yang dialami manusia akan diiringi oleh tingkat kematangan psikologisnya secara seimbang. Kalau hal ini terjadi, sesungguhnya akan sangat rawan terhadap terjadinya penyimpangan-penyimpangan atau kegoncangan dimasa remaja.
Pengaruh dari kematangan biologis, pada masa pubertas mengakibatkan terjadinya perubahan yang luar biasa dalam hidup kejiwaan dan jasmani mereka. Dalam hal perubahan jasmani berhubungan erat dengan mulainya berfungsi alat kelamin primer. Dengan berfungsinya alat tersebut mempengaruhi semua alat-alat kelamin sekunder dan tersier.
Perubahan besar dalam pusat kesadaran yaitu “AKU”, sehingga meraka selalu berada dalam khayalan yang sehubungan dengan: (1) Impian akan jenis kelamin yang diidealkan; (2) Impian akan peranannya dalam masyarakat; (3) Konsentrasi sukar dipusatkan; (4) Tingkah lakunya terlampau dinamis. Disamping itu, mencari dan membuat pengalaman-pengalaman yang luar biasa dan yang lain dari pada yang lain (petualang).
Remaja yang telah memasuki masa puber mengalami kekacauan dalam hidup kejiwaan dan tingkah lakunya antara lain berupa : (1) Ia sangat rajin, tetapi pada waktu itu juga ia menjadi pemalas; dan (2) Ia membenci pada otoriter dan tradisi serta norma-norma, tetapi ia mendambakan akan bimbingan dan pimpinan untuk berdiri sendiri sebagai akibat perkembangan AKU-nya.
Ia berpikir psikologis, akibatnya timbul konflik dari jiwanya. Hal ini terjadi karena disatu pihak timbul dorongan instinktif yang bergelora, menuntut untuk dipuaskan. Dilain pihak menyadari bahwa mereka belum mampu, belum boleh berbuat demikian, sehingga mereka kembali pasif. Timbul kekacauan dalam pikirannya. Kekacauan pikiran itu dicoba diatasi dengan merenungkan secara logis, sampai mereka menemukan dirinya sendiri, ia menemukan kepribadiannya, mereka sadar dan kembali berpikir dan bersikap kritis terhadap dirinya, akibatnya timbul keraguan dalam tindakannya.
Hidup perasaan sipuber selalu merasa kurang senang, cenderung kecewa dan seolah-olah ada keputusasaan, mereka selalu dirundung malang dan gelisah. Dalam hidup kejiwaannya yang sehubungan dengan aspek konasi atau psikomotornya, tersimpul dalam pertanyaan, hasrat-hasrat apakah yang mendorong, dicari, dihasrati dan hendak dicapai remaja.
Sehubungan dengan sudah aktifnya alat kelamin primer, maka dorongan seksuilnya (libido seksnya) mewarnai tingkah lakunya. Oleh karena itu Sigmund Freud menamakan masa pubertas itu sebagai masa perpaduan hidup seksuil dan hidup infantil.
Dengan bentuk baru itu seksualitas mendapat tujuan sebenarnya, yaitu dorongan melanjutkan jenis. Dikatakan seksualitas mendapat tujuan yang sebenarnya (baru), karena libido seksuil sebelumnya. Menurut Freud objeknya atau sasarannya ialah mencintai ayah/ibunya (oidipus complex) pada masa kanak-kanaknya. Dengan matangnya alat kelamin primer itu, dan adanya pengalaman dari luar, adanya peraturan moral, maka sipuber mengalihkan libidonya dari ayah/ibunya kepada orang lain, sebagai tujuan yang sebenarnya. Dengan dorongan libido seksuil itu, mendorong sebagian besar waktu aktifitasnya baik nyata maupun terselubung, sadar atau tidak sadar berbau dan berwarna “SEKS”.
Dalam masa pubertas itu, sipuber berusaha mencari dan menentukan hubungan antara dirinya dan lingkungan sosialnya, baik secara materil maupun secara moril dan terutama terhadap nilai-nilai hidup. Sipuber mencari, mengharapkan, mendambakan dan hendak mencari pengakuan hak, penerimaan, penghargaan dan pemahaman. Mereka mengharapkan dan mendambakan kasih secara BIO-SOSIO-PSIKOLOGIS.
Kasih yang hendak dicapai sipuber ialah harus mencari kawan diluar lingkungan keluarganya. Ia harus ikut mencari kawan persahabatan, ia berusaha untuk diterima yang berarti harus disukai dan menyukai kawan laki-laki dan perempuan. Sesuai dengan perkembangan biologis bahwa alat kelamin sipuber sudah matang, maka wajarlah kalau mereka itu bertingkah laku seksuil, yaitu tertarik dan menarik jenis kelamin lain, MENCINTAI dan DICINTAI.
Hal tersebut tidak bisa dibendung atau dihalangi dengan kekerasan tetapi harus ditolerir pada batas-batas tertentu. Terimalah “tamu” gadis anda sebagaimana anda melayani teman karib anda. Bukankah mereka juga menunut persamaan penerimaan dan perlakuan yang sama dengan orang dewasa?
Timbul pertanyaan, apakah perlu sex education? Pertanyaan tersebut sempat penyusun tanyakan via SMS kepada teman kuliah penyusun di STIBA BRITISH International – Jakarta yang tinggal di Bandar Lampung. Senada dengan jawaban penyusun, ternyata sex education sangat diperlukan diera sekarang, namun harus sesuai kemajuan dan perkembangan serta peradaban dan kebudayaan Indonesia, mengingat masalah sex seakan-akan masih tabu dalam peradaban timur khususnya di Indonesia.
Dalam hubungan sex education, hendaknya orang tua selaku sex educator dalam suatu kesempatan harus mengemukakan apa dan siapa sipuber, pasangan hidup mana yang ideal bagi mereka, apa baik buruknya berpacaran, apa baik buruknya kawin diusia dini, dll.

C. PERTUMBUHAN FISIK REMAJA
Pertumbuhan fisik adalah perubahan-perubahan fisik yang terjadi dan merupakan gejala primer dalam pertumbuhan remaja. Perubahan ini meliputi: perubahan ukuran tubuh, perubahan proporsi tubuh, munculnya ciri-ciri kelamin yang utama (primer) dan ciri-ciri kelamin kedua (sekunder)
Menurut MUSS urutan perubahan-perubahan fisik pada anak perempuan ialah : (1) Pertumbuhan tulang-tulang/badan menjadi tinggi, anggota-anggota badan menjadi panjang; (2) Pertumbuhan payudara; (3) Tumbuh bulu yang halus berwarna gelap dikemaluan; (4) Mencapai pertumbuhan ketinggian badan yang maksimum setiap tahunnya; (5) Bulu kemaluan menjadi keriting; (6) Haid; (7) Tumbuh bulu-bulu ketiak. Sedangkan pada anak laki-laki: (1) Petumbuhan tulang-tulang; (2) Testis membesar; (3) Tumbuh bulu kemaluan yang halus, lurus dan berwarna gelap; (4) Awal perubahan suara; (5) Ejakulasi; (6) Bulu kemaluan menjadi keriting; (7) Pertumbuhan tinggi badan mencapai tingkat maksimun setiap tahunnya; (8) Tumbuh rambut-rambut halus diwajah (kumis, jenggot); (9) Tumbu bulu ketiak; (10) Akhir perubahan suara; (11) Rambut-rambut diwajah bertambah tebal dan gelap; (12) Tumbuh bulu di dada.
Rambut tubuh berkenaan dengan pubic, yaitu rambut yang tumbuh disekitar alat kelamin dan rambut yang tumbuh diketiak, baik laki-laki maupun perepmuan, dan rambut disekitar wajah bagi laki-laki. Bulu kemaluan adalah rambut ditengah-tengah yang tumbuh didaerah genital ada laki-laki dan perempuan. Secara umum, warnanya jauh lebih hitam dibandingkan dengan rambut yang tumbuh diatas kepala. Bagi perempuan, rambut disekitar alat kelaminnya mulai tumbuh sekitar usia 8 tahun sedangkan anak laki-laki akan tumbuh sedikit lebih lama, sekitar usia 10 tahun. Gadis remaja yang belum tumbuh bulu kemaluannya pada usia 14 tahun, dan perjaka yang sampai 15 tahun belum ada tanda-tanda munculnya rambut disekitar penisnya, sebaiknya memeriksakan diri ke dokter. Biasanya “masalahnya” hanyalah lantaran masa pubertas yang tertunda.
Rambut diketiak tumbuh sedikit lebih lama, sehingga, jika bulu kemaluan seorang remaja perempuan tumbuh pada usia 10 tahun, rambut dibawah lengannya tumbuh sekitar usia 12 tahun. Anak laki-laki, biasanya, mulai ditumbuhi bulu diketiak dan rambut di wajahnya sekitar dua tahun setelah bulu kemaluannya tumbuh. Biasanya, bulu-bulu diwajah dimulai diatas bibir dan cambang. Mungkin beberapa rambut akan bertunas didagu, tetapi biasanya tidak banyak. Sering ditemukan ada remaja perempuan yang juga ditumbuhi rambut diwajahnya. Hal tersebut biasanya tumbuh bersamaan dengan datangnya menstruasi, tetapi tidak berkelanjutan dan jarang.
Bersamaan dengan tumbuhnya rambut disekitar kemaluan remaja laki-laki, buah pelir (testis) berkembang, mengeluarkan hormon laki-laki testosp terone, yang dengan sendirinya menyebabkan perubahan suara. Bagi remaja perempuan, payudara mulai tumbuh paling cepat pada usia 8 tahun dan paling lambat pada usia 14 tahun. Kira-kira separuh dari perempuan yang tengah berkembang akan mengalami pertumbuhan payudara dan bulu kemaluan pada saat yang bersamaan. Separuh lainnya akan mengalami pertumbuan payudara terlebih dahulu atau rambut disekitar kemaluannya yang lebh dahulu. Apabila payudara lebuh dahulu, rambut di sekitar alat kelaminnya biasanya tumbuh dalam waktu 1 tahun kemudian. Begitu pula sebaliknya.
Penyebab perubahan pada masa remaja ialah adanya dua kelenjar yang menjadi aktif bekerja dalam sistim endokrin. Kelenjar pituatry yang terletak didasar otak mengeluarkan dua macam hormon yang diduga erat ada hubungannya dengan perubahan pada masa remaja. Kedua hormon itu adalah hormon pertumbuhan, yang menyebabkan terjadinya perubahan tubuh, dan hormon gonadotropik atau hormon yang merangsang gonad agar mulai aktif bekerja.
Seluruh proses ini dikendalikan oleh perubahan yang terjadi dalam kelenjar endokrin. Kelenjar ini diaktifkan oleh rangsangan yang dilakukan kelenjar hypothalamus, kelenjar yang dikenal sebagai kelenjar untuk merangsang pertumbuhan pada saat remaja.

D. BIOLOGIS REMAJA
Alat reproduksi manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan sangat cermar. Jika dicermati, laki-laki dianugerahi oleh Yang Maha Kuasa dengan memiliki kelenjar dan hormon khusus yang dapat menjadikan matangnya fungsi seksual pria. Biasanya perkembangan ini mengarah pada perkembangan kelamin primer. Remaja laki-laki akan mulai terangsang libidonya bila ia mendapat stimulus yang agak vulgar. Dari sini laki-laki akan mengalami ereksi (Mr. X-nya mulai minta jatah). Kalau hal ini terjadi, biasanya si laki-laki bila tidak atau belum melakukan aktifitas seksual akan mengalami mimpi basah. Mimpi basah terjadi karena spermatozoa yang tersimpan dalam testis laki-laki sudah penuh, maka akan keluar sendiri melalui mimpi basah.
Ereksi terjadi sebagai respon atas syaraf-syaraf diluar kemauan yang tidak dapat dikendalikan secara sadar dan digerakkan secara fisik atau emosional. Rangsangan seksual, stimulasi emosional atau fantasi, pergesekan secara fisik, onani/masturbasi, pikiran erotis dan pengalaman visual dan kantung kencing yang penuh yang menekan penis dan kelenjar rostat pun dapat menyebabkan ereksi. Penyebab utama dari ereksi pagi hari adalah penuhnya kandugan kemih, yang mengakibatkan tekanan pada kelenjar prostate. Prostate kemudian merangsang sistem syaraf memicu meningkatknya aliran darah ke penis.
Secara umum bila remaja laki-laki sudah bisa ereksi dan mimpi basah, maka ia berarti sudah siap untuk membuahi atau fungsi alat-alat reproduksinya sudah sempurna, dan tinggal menunggu waktu yang tepat untuk digunakan. Lalu bagaimana dengan perempuan? Perempuan pada dasarnya juga sama, akan mengalami proses yang sering disebut menarche atau menstruasi (haid), yaitu keluarnya darah setiap bulan (sesuai siklus) akibat dari indung telur yang tidak dibuahi. Sel telur tersebut bila sudah matang dan tidak dibuahi oleh sperma akan keluar disertai pengelupasan dinding-dinding rahim yang menjadi darah menstruasi. Secara umum perempuan mengalami hal ini, maka dia siap hamil atau siap menjadi ibu-ibu.
Berfungsinya alat reproduksi dari pria dan wanita itu harus disyukuri, sebab dengan begitu berarti ada tugas besar yang sudah menanti, yaitu menikah. Konteks bersyukur disini menekankan pada bagaimana lebih berhati-hati dan bertanggung jawab untuk menjaga amanah ini.
Namun, kadang diantara kita belum mengetahui bagian dan fungsi dari sistem reproduksi yang dimilikinya. Berikut pembahasan dari bagian sistem reproduksi pada manusia:
a. Laki-laki
Bagian utama dari sistem reproduksi laki-laki adalah penis, buah pelir atau testis, scrotum, semnal, vesicles (gelembung yang berkaitan dengan air mani), vas deferens dan kelenjar prostate.
Organ seksual milik laki-laki terletak pada dasar daerah perut. Bentuknya seperti tube, penis terdiri dari dua bagian: bulatan-bulatan, dinamakan kepala atau glans, dan batang yang menjadi keras selama ereksi. Penis berisi sel-sel khusus yang membesar selama rangsangan seksual.
Penis memiliki beberapa fungsi yang berbeda. Penis berisi urethra, saluran yang membawa urine keluar tubuh. Selama rangsangan seksual, dalam keadaan penis menjadi tegang, semen yaitu suatu cairan yang mengandung sperma dikeluarkan melalui uretra dalam proses yang dinamakan ejakulasi. Penis juga merupakan sumber kenikmatan yang tiada taranya ketika dirangsang melalui rabaan, digosok-gosok atau aktivitas seksual lainnya
Masyarakat gemar memperbandingkan dan tampaknya memiliki obsesi dengan ukuran. Pada saat yang bersamaan, kita pun cenderung memperhatikan tanpa pernah henti tentang ukuran payudara, kita terpesona dengan ukuran penis. Rata-rata penis yang tidak tegang memiliki panjang kurang lebih 3 inch sedangkan ketika ereksi biasanya antara 5,5 – 6,5 inch. Perempuan dapat menampung penis yang panjang atau pendek, lebar atau ramping kedalam vaginanya tanpa masalah.
Ukuran penis tidak ada hubungannya sama sekali dengan kepuasan seksual, Cuma dalam sebuah penelitian terungkap bahwa rata-rata penis mengalami pembengkokan. Penis yang bengkok (alami, bukan karena patah) dapat menjamin kepuasan seksual bagi laki-laki dibanding yang memiliki penis lurus.
Buah pelir atau testicles merupakan kelenjar seks laki-laki, kadang-kadang dinamakan gonads atau bola-bola yang menghasilkan sperma ketika laki-laki telah matang secara seksual yang merupakan respon terhadap hormon-hormon tertentu. Masing-masing buah pelir berisi pembuluh-pembuluh yang sangat kecil yang tampaknya seperti kumparan benang yang rapat sekali. Pembuluh ini berisi kompartemen yang sangat kecil dalam masing-masing buah pelir. Pertumbuhan anak laki-laki dalam tahun-tahun pertama masa remajanya, pembuluh yang seperti benang itu berfungsi untuk memproduksi sperma, menyebabkan buah pelir lebih besar ketika tengah berproses. Buah pelir yang kiri biasanya lebih rendah. Buah pelir tidak pernah memiliki ukuran yang sama persis dan hanya satu buah pelir yang dibutuhkan untuk reproduksi. Sesungguhnya, jika seorang laki-laki kehilangan satu buah pelir atau dilahirkan hanya satu buah pelir yang berfungsi dan sehat maka akan meningkatkan produksi sperma secara normal sekitar 25%.
Scrotum adalah kantong kulit yang fleksibel dan berfungsi Manahan buah pelir. Didalamnya terdapat otot-otot yang sensitif terhadap panas dan dingin sehingga buah pelir harus tetap dijaga pada suhu yang tepat untuk dapat memproduksi sperma. Sperma adalah sel seks laki-laki yang dibutuhkan untuk membuahi telur. Ukuran sperma teramat kecil, sehingga dibutuhkan mikroskop untuk melihatnya. Sperma merupakan cairan yang keluar bersama dengan semen yaitu cairan yang dikeluarkan dari penis selama puncak kenikmatan seksual yang bervariasi warnanya, mulai dari warna putih seperti susu sampai sangat kuning muda.
Vas deferens terdiri dari dua pembuluh pipih, kadang-kadang disebut saluran sperma. Masing-masing mengantarkan sperma dari satu buah pelir ke seminal vesicles untuk penyimpanan sampaii ejakulasi. Seminal vecsicles berupa dua pembuluh kecil yang menggulung terletak dibelakang scrotum, dekat kelenjar prostate. Masing-masing memproduksi cairan untuk semen yang disimpan dalam vesicle dengan sperma yang dapat bergerak dari testicles didalam vas deferens. Sekitar 60 dan 70 persen cairan dalam semen berasal dari seminal vesicles.
b. Perempuan
Bagian utama dari sistem reproduksi perempuan adalah payudara yang terdapat pada bagian tubuh atas. Didalam perut terdapat ovarium dan sepasang organ yang berhubungan sangat dekat dengan saluran telur. Dibawahnya terdapat uterus atau rahim, jalan masuk menuju rahim dinamakan cervis. Pada bagian paling bawah dari perut terdpat vagian dan organ-organ lain yang berhubungan dengan vulva, labia, clitoris dan hymen.
Payudara merupakan organ yang menyediakan makanan bagi bayi. Perempuan mungkin mengalami bahwa meraba payudara menyebabkan rangsangan seksual dan laki-laki mungkin menjadi sangat terangsang secara seksual dengan payudara.
Ukuran payudara yang normal tidak pernah ada. Payudara sesungguhnya memiliki beberapa ukuran dan bentuk, bergantung pada ukuran dan bentuk tubuh seseorang.
Dalam budaya kita, ukuran payudara perempuan selalau dianggap sebagai daya tarik yang kuat. Sejumlah laki-laki dan perempuan, melalui media periklanan dan dunia fashion melihat dengan jelas ukuran dan bentuk payudara sebagai objek seksual.
Sebagian besar payudara tidak berukuran persis sama, ada perbedaannya, meskipun kecil antara yang kanan dan yang kiri (Seperti dalam syair lagu “VIRGIN” oleh ART 2 TONIC). Biasanya dengan nyata hanya diketahui oleh dipemilik payudara itu sendiri. Namun, jarang terjadi perbedaan yang mencolok pada ukuran payudara. Puting susu perempuan berbeda dalam bentuk, ukuran dan warna karena faktor keturunan. Puting susu menjadi keras selama terangsang secara seksual karena keduanya berisi jaringan erectile (berarti dapat menjadi keras atau kaku)
Pada daerah genital perempuan, terdapat tiga lubang yang terpisah, ketiganya dengan fungsi yang berbeda. Dari depan ke belakang adalah urethra untuk mengeluarkan air seni dari kandung kemih; vagina untuk mengeluarkan cairan menstruasi dari uterus, untuk melakukan hubungan seksual dan untuk melahirkan; anus untuk mengeluarkan kotoran.









Perempuan memiliki dua ovarium yang dipersiapkan sebagai pabrik untuk memperoduksi telur. Kedua ovarium bentuk dan ukurannya kira-kira sebesar amandel. Pada saat kelahiran, setiap perempuan secara normal memiliki sekitar 400.000 telur didalam ovariumnya, yang menunggu matang.
Setelah seorang perempuan mencapai kematangan secara seksual, ovariumnya mulai melepaskan telur rata-rata satu biji setiap bulan (ovulasi). Pelepasan ini dipicu melalui sekresi setiap bulan oleh hormon tertentu. Setiap bulan sekitar enam telur mungkin matang, tetapi hanya satu biasanya dilepaskan oleh ovarium. Telur-telur yang tidak dilepaskan diserap oleh tubuh. Jika dua atau lebih dilepaskan dan lebih dari satu dibuahi, akan terjadi kembar. Namun, jika tidak dibuahi, ia dilepaskan dari tubuh sebagai bagian dari cairan menstruasi.
Saluran yang bermula dari ovarium menuju uterus disebut fallopian tubes. Telur turun melalui saluran ini dan menanamkan sendiri ke dalam lapisan uterus. Saluran telur menonjol dari atas uterus, satu pada masing-masing sisi. Panjangnya sekitar empat inch dan lebih sempit dari sedotan minuman. Pada bagian atas, masing-masing saluran telur kecil sekali, berjumbai-jumbai seperti jaringan, dinamakan fimbriat yang mencapai dan melilit disekitar masing-masing ovari.
Pada saat terjadi ovulasi setiap bulan, fimbria diujung salah satu saluran telur menerima telur sebagaimana hal ini dilepaskan melalui satu ovari. Didalam saluran telur, serabut yang menyerupai rambut yang sangat kecil membantu menggerakkan telur menuju kebawah uterus. Telur tidak dapat menyusuri saluran telur tanpa dorongan ini, yang mirip sebuah miniatur ban berjalan pembawa barang bergerak mengikuti telur.
Fertilasi (ketika spema laki-laki bersatu dengan telur) hampir selalu mengambil tempat dalam saluran telur. Sangat jarang fertilasi terjadi diluar saluran telur dan biasanya dalam uterus. Uterus adalah organ berotot yang secara normal ukuran dan bentuknya seperti buah per yang kecil. Ia biasanya agak miring kedepan perut. Selama kehamilan, uterus merupakan rumah dan sumber makanan bagi janin. Uterus atau Rahim dapat membesar sesuai dengan pertambahan usia janin. Otot-otot halus dari uterus sangat kuat dan tebal. Selama persalinan, uterus mengalami kontraksi dan mendorong janin melalui vagina. Uterus juga mengalami kontraksi secara halus selama masa menstruasi untuk membantuk melepaskan lapisannya.
Jalan keluar dari uterus dinamakan cervix. Ia memanjang kebawah menuju bagian atas dari vagina. Cervix merupakan jalan masuk menuju uterus dan saluran telur, dan sperma berjalan keatas menuju cervix setelah hubungan intim. Cervix juga memperlengkapi jalan keluar dari uterus untuk cairan menstruasi.
Secara umum, vagina memiliki tiga fungsi utama, yaitu: merupakan lubang untuk hubungan intim, saluran menstruasi untuk dibawa keluar dari tubuh, dan untuk jalan keluar janin. Bentuk vagina sangat bervariasi antara satu perempuan dengan perempuan yang lain, tergantung usianya. Perempuan pada pada pra-remaja dengan jelas vaginanya lebih pendek dibandingkan dengan perempuan dewasa. Setelah seorang gadis memulai masa pubertas, vaginanya agak memanjang dan menjadi lebih basah. Bila masa pubertasnya telah selesai, ukuran vagina berubah sedikit dan kira-kira sama pada sebagian besar perempuan dewasa. Ukuran vagina agak mengembang dan akan elastis untuk menerima ereksi penis selama hubungan intim dan sangat elastis selama proses persalinan.
Dalam alat reproduksi perempuan juga terlihat secara sederhana menyerupai benjolan kecil yang bundar, tetapi yang sebenarnya terdiri dari kulit yang agak pendek, batang yang tipis. Organ seks tersebut dinamakan klitoris. Klitoris merupakan sumber sensitivitas seksual perempuan karena jaringan syaraf yang luas berada diujungnya. Jaringan dalam klitoris dapat dengan mudah menegang, karena ia amat mudah membesar ketika seorang perempuan terangsang secara seksual. Klitoris mungkin diciptakan semata-mata untuk memberikan kenikmatan seksual

E. HUBUNGAN MANUSIA DENGAN CINTA KASIH
Dalam kehidupan manusia, waktu demi waktu silih berganti, zaman pun akhirnya berubah pula. Kehidupan manusiapun tak luput dengan perubahan karena di dunia tidak ada yang tidak berubah kecuali perubahan itu sendiri. Manusia mengalami perubahan secara bertahap baik perubahan individual itu sendiri maupun perubahan pola dari manusia pertama sampai sekarang. Yang menjadi penentu kehidupan manusia kemasa depan yaitu dikala dia masih remaja. Dewasa ini banyak remaja melakukan tindakan-tindakan aneh yang sebenarnya tidak boleh dilakukan. Ironisnya, mereka menganggap itu sebagai tindakan yang normalitas. Gen dan lingkungan adalah fakta utama yang mendukung perkembangan mentalitas seseorang.
Sejalan dengan perubahan waktu, kehidupan remajapun mulai memperihatinkan. Mengingat kehidupan remaja adalah penentu kehidupan seseorang kemasa depan. Salah satu unsur pokok yang mengubah kehidupan remaja adalah cinta yang sangat mereka agungkan.
Ada kalanya remaja yang hidup tanpa cinta selalau merasa tertekan, sunyi dan bahkan bisa stress. Namun, remaja yang sudah mengenal cinta akan berubah menjadi baik, berhasil atau bahkan sebaliknya menjadi manusia yang hancur.
Bagi remaja yang benar-benar mengerti dan memahami arti tulusnya cinta, maka suasana kehidupannya akan ceria dan damai, sebaliknya bagi remaja yang mengartikan cinta sebagai nafsu belaka, maka kehidupannya akan hancur dan berantakan. Contohnya: terjerumus kedalam perzinahan, penggunaan narkoba dan merebaknya kenakalan remaja.
Akibat cinta, remaja kadangkala memiliki beberapa karakter tersendiri. Namun, demikian semuanya merupakan perkembangan mental remaja yang setiap waktu bisa berubah sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungannya, dari kemajemukan karakter remaja tersebut timbul beberapa istilah, yaitu :
1. Kerjasama (Coorporation)
Sikap mau bekerjasama dengan orang lain atau mampu bergaul dengan orang banyak terutama dengan lawan jenis. (Timbul rasa percaya diri dari remaja)
2. Simpati (Sympathy)
Simpati merupakan sikap mental yang mendorong remaja untuk menaruh perhatian terhadap orang lain,selalu mendekati bahkan memikat hati orang itu sehingga dia dapat berinteraksi dengan lancar terhadap diri pribadi dan lingkungan sosialnya
3. Pembangkangan (Negatilisme)
Suatu bentuk tingkah laku remaja yang suka melawan. Tingkah laku ini terjadi akibat reaksi perasaan cinta yang terbendung atau terputus dan itu tidak sesuai dengan keinginan para remaja. Apabila keadaan ini terus menerus terjadi, maka dapat memicu munculnya agresi kenakalan remaja
4. Agresi (Agression)
Agresi merupakan perilaku menyerang balik secara fisik (non verbal) maupun kata-kata (verbal). Agresi ini merupakan suatu bentuk reaksi akibat frustasi karena cintanya ditolak atau diputuskan dan biasanya agresi ini diwujudkan dalam perilaku marah-marah, menyerang dan memukul
5. Berselisih/Bertengkar (Quarreling)
Remaja bertengkar apabila tersinggung atau terganggu oleh sikap dan perilaku remaja lain seperti pacarnya diganggu atau direbut orang lain.
Sementara faktor yang mempengaruhi cinta dikalangan remaja diantaranya:
1. Umur yang sudah mencapai tingkat puber
2. Dasar biologis yaitu kematangan seksual yang normal menghasilkan daya tarik yang kuat dan dapat mempengaruhi lawan jenis
3. Dasar psikologis yaitu sikap remaja dalam bercinta sudah bisa membedakan baik dan buruk sehingga remaja mampu untuk hidup sendiri.
Menurut kamus umum Bahasa Indonesia, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau rasa sayang, ataupun rasa sangat kasih atau tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian, arti cinta dan kasih itu hampir sama sehingga dapat dikatakan kata kasih lebih memperkuat kata cinta. Karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan perasaan belas kasihan.
Walaupun cinta dan kasih mengandung arti yang hampir sama, keduanya memiliki perbedaan, yaitu cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam, sedangkan kasih merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, sifatnya mengarah kepada orang atau yang dicintainya.
Untuk memahami cinta kasih secara mendalam akan diuraikan tentang cinta dalam kehidupan sehari-hari. Dalam membicarakan tentang cinta, yang pertama-tama perlu disadari bahwa cinta bukanlah nafsu. Bagi remaja yang tingkat nafsu seksualnya sedang bergejolak, biasanya merasa sulit membedakan antara cinta dan nafsu karena keduanya sangat berdekatan.
Erich Fromm menyebutkan bahwa, dalam cinta itu terutama adalam memberi, bukan menerima. Memberi merupakan ungkapan yang paling tinggi dari kemampuan. Yang penting adalah memberi hal-hal yang sifatnya manusiawi, bukan materi.
Selanjutnya, Dr. Frank S. Caprio menyatakan bahwa cinta hanyalah suatu perasaan. Cinta dapat datang dan pergi. Seringkali anda memilikinya seringkali tidak. Anda tidak dapat berbuat apapun terhadap cinta.
Dengan adanya cinta diperlukan pula suatu kasih sayang. Kasih sayang merupakan pertumbuhan dari cinta percintaan muda mudi yang diakhiri dengan perkawinan menjadikan rumah tangga mereka bukan lagi berdasarkan cinta semata akan tetai bersifat saling mengasihi atau saling menumpahkan kasih sayang. Dalam kasih sayang masing-masing pihak dituntut untuk memiliki tanggung jawab pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling terbuka sehingga keduanya merupakan suatu kesatuan yang bulan dan utuh. Bila salah satu unsur kasih sayang hilang, misalnya tanggung jawab maka retaklah keutuhan rumah tangga itu.
Menurut Erick Fromm, cinta terdiri atas lima macam:
1. Cinta terhadap Tuhan
Diantara objek-objek pemujaan ada yang ditujukan kepada Yang Maha Kuasa yang bersifat pemujaan tertinggi, pemujaan terhadap Yang Maha Kuasa disebabkan adanya kesabaran manusia atas kekuasaan dan kemampun yang lebih tinggi dari kekuasaan dan kemampuannya, yaitu kekuasaan dan kemampuan yang dapat menentukan hidup matinya seluruh makhluk di muka bumi ini. Begitu tinggi pemujaan itu diberikan sehingga manusia berkeyakinan bahwa selama hidup di dunia ini mereka harus berbuat baik sesuai dengan perintah-Nya dan menghindarkan diri dari larangan-Nya.
2. Cinta diri sendiri
Telah dikemukakan bahwa disamping mencintai sesama manusia, seseorang perlu memiliki cinta kepada diri sendiri, cinta kepada diri sendiri bernilai positif karena kita adalah orang pertama yang harus mengurus diri sendiri. Contoh cinta diri sendiri yang mengandung nilai negatif misalnya seorang ibu yang tidak mau hamil karena tidak menginginkan tubuhnya yang indah menjadi rusak akibat kehamilan.
3. Cinta Erotis
Kasih sayang yang bersumber dari cinta erotis merupakan sesuatu yang sifatnya ekslusif sehingga sering memperdayakan cinta yang sebenarnya disebabkan letak antara cinta dan nafsu yang ridak berbeda jauh. Padahal, keduanya justru bertolak belakang sifatnya. Kasih sayang dalam cinta erotis merupakan kontak seksual yang asli sedangkan kasih sayang yang ideal adalah yang bersumber pada cinta. Oleh karena itu dalam kehidupan rumah tangga yang diikat dengan tali perkawinan bila seorang suami tidak mampu menikahi isterinya secara rohaniah maka dalam dirinya akan timbul beban mental sehingga akan menimbulkan kerenggangan hubungan yang dapat berakhir dengan perceraian.
4. Cinta Keibuan
Kasih sayang yang bersumber pada cinta keibuan terdapat pada diri seorang ibu terhadap anaknya. Ibu yang memperoleh benih anak dari suaminya tercinta akan memelihara anaknya secara hati-hati dan penuh kasih sayang demi keselamatannya setelah anak lahir melalui penderitaan yang hebat, dirawat dan diasuhlah sibuah hati dengan penuh kasih sayang, seolah-olah tidak ada harta yang lebih berharga dari pada bayi yang selalu ditimang-timang dengan penuh rasa kasih sayang.
5. Cinta Persaudaraan
Cinta persaudaraan diwujudkan dalam tingkah laku. Cinta persaudaraan tidak mengenal batas-batas suku bangsa ataupun seseorang tidak mempunyai rasa pamrih untuk berbuat baik kepada sesamanya, contoh: Jean Henry Dunant seorang Bankir dan seorang penyusun berkebangsaan Swiss yang suka rela menolong orang-orang yang menderita luka dalam pertempuran di Solferino (1859) kemudian mendirikan Palang Merah Internasional (1863), menandatangani Konvensi Jenewa (1864) dan akhirnya memperoleh hadiah nobel untuk perdamaian (1910)
Namun, cinta yang pada umumnya bergolak pada masa remaja adalah ketertarikan terhadap lawan jenis. Namun, fitrah cinta ini banyak terinfiltrasi oleh nafsu syahwat dan bisikan jahat syetan laknatullah. Remaja mencari cinta, tapi yang mereka temukan adalah seks (syahwat) karena syetan telah membelokkan hati mereka. Akibatnya, penyimpangan seks yang mengatasnamakan cinta marak di kalangan remaja masa kini.
Jika kondisi ini dibiarkan, lambat laun kita akan kehilangan mereka yang berarti kehilangan masa depan.
Akankah kita biarkan begitu saja?

F. CINTA REMAJA
Allah SWT, telah menciptakan dua jenis manusia, yaitu Adam (laki-laki) dan Hawa (Perempuan). Kedua makhluk ini sangat berbeda secara fitrah meskipun tetap memiliki tugas yang sama, yaitu mengabdi dan beribadah pada-Nya. Perbedaan mendasar pada kedua makhluk ini terletak pada fitrah dasarnya. Pria diciptakan oleh Allah dengan fitrah fisik kuat dan lebih menggunakan rasio dalam menyelesaikan masalah, sementara perempuan diciptakan dengan kondisi yang lembut dan lebih mengedepankan perasaan dalam menghadapi hidup ini. Dengan perbedaan ini sesungguhnya semakin mengukuhkan ke-Maha kuasaan Allah SWT, sebagaimana diterangkan dalam Al Qur’an Surat Al Hujurat Ayat 13, yang artinya sebagai berikut:
Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Berdasarkan ayat diatas dapat dipahami, bahwa perbedaan antara laki-laki dan perempuan itu bukan untuk saling melemahkan justru sebaliknya untuk saling menguatkan dan melengkapi. Dari dasar ini kemudian muncul perasaan dari seseorang untuk mengenal lawan jenisnya. Keinginan untuk mengenal ini biasanya dimulai dengan perasaan cinta. Perlu diketahui bahwa cinta terhadap lawan jenis bukan sesuatu yang terlarang dalam Islam, jadi cowok mencintai cewek itu dijamin 100% halal sebagaimana diterangkan dalam Al Qur’an dalam Surat Ali-Imran ayat 14, yang artinya:
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan SAWah-ladang. Itulah kesenangan didunia dan disisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)

Jadi, hilangkan rasa kekhawatiran kalau mulai merasakan jatuh cinta, sebab cinta itu sebuah anugerah dari Allah SWT dan bukan sebuah musibah. Jika seseorang merasa jatuh cinta pada lawan jenis, maka hendaklah dia bersyukur dan tidak mengingkarinya, sebab kalau mengingkari perasaan cinta itu, maka sama artinya mengingkari ataupun menolak karunia dari Allah SWT.
Cinta remaja dalam hal ini berawal dari rasa simpatik kepada lawan jenis dan rasa simatik ini biasa timbul karena beberapa hal berikut:
1. Karena fisiknya, misalnya cakep, ganteng, cantik, dll
2. Karena sikpanya, misalnya sopan, sabar, humoris, perhatian, dll
3. Karena intelegensinya, misalnya cerdas, pemimpin organisasi, dll
4. Karena agamanya, misalnya sholeh, alim, taat beribadah, dll
5. Karena faktor lain, yang ini kadang sulit terdeteksi karena subjektif, misalnya cinta karena telah terbiasa.
Disini perlu dianalisa, bahwa cinta orang tersebut lahir karena yang mana? Kalau kebetulan semuanya ada pada orang yang dicintainya, alhamdulillah, namun bila cinta lahir Cuma karena salah satunya saja, maka harus sadar bahwa manusia tidak ada yang sempurna (No body perfect). Persoalannya tidak hanya sampai disini. Orang yang sedang jatuh cinta kemudian ingin mengetahui apakah orang yang dicintainya juga punya perasaan yang sama atau malah sebaliknya? Tapi perlu diingat bahwa semua itu ada konsekuensinya. Bagi yang bersikeras untuk mengungkapkan cinta dan tidak tahan dengan perasaan falling intelegensi love, harus bersiap-siap untuk menerima dia konsekuensi, yaitu ditolak atau diterima. Namun, sebelum itu lebih baik persiapkan diri untuk berprestasi dulu, baru setelah itu tidak hanya bicara masalah cinta, tapi langsung saja melamar untuk dijadikan pendamping hidup. Itu baru namanya remaja gaul. Maksudnya remaja yang punya prestasi dan bisa dibanggakan serta menempuh jalur aman dalam menjalin hubungan.
Selanjutnya, bagi yang sudah terlanjur aktif didunia pacaran jangan langsung putus dengan pacarnya, tapi perbaiki komitmen dan cara berpacarannya agar lebih berkualitas. Pacaran yang isinya tidak ada sentuhan fisik alias tidak ada eksploitasi fisik dan berusaha saling menjaga diri serta meningkatkan prestasi guna meraih masa depan dan semuanya dijalani dengan serius, maka itu boleh dilakukan. Sebaliknya, meskipun berlabel ta’aruf tapi isinya saling eksloitasi fisik apalagi malah menggunakan dalil agama untuk kepentingan nafsu itu bukan saja terlarang, namun haram untuk dilakukan. Jadi rasa tertarik dengan lawan jenis itu adalah sesuatu yang fitrah, alami dan memang telah menjadi sunatullah.
Bagi yang belum terjun kedalam aktivitas ini atau yang sudah dapat surat putus dari mantan pacar, hindari segala peluang yang dapat menyeret kedalam pergaulan bebas ini. Pelajari Islam, sering hadiri majelis taklim, dan yakinlah bahwa jodoh ditangan Allah SWT, bukan ditangan orang tua atau siapa saja.
Dalam buku ini, penyusun sebenarnya menghindari menggunakan kata pacar, kecuali untuk hal-hal tertentu. Penyusun lebih cenderung menggunakan kata cinta, karena antara cinta dengan pacaran memiliki pengertian yang berbeda. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pacar adalah kekasih atau lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan berdasarkan cinta kasih. Berpacaran adalah bercintaan; berkasih-kasihan. Memacari adalah mengencani; menjadikan dia sebagai pacar.
Kata pacar sendiri berasal dari nama sejenis tanaman hias yang cepat layu dan mudah disemaikan kembali, tanaman ini tidak bernilai ekonomis (murahan) sehingga tidak diperjualbelikan. Hal ini sebagai simbol bahwa pacaran adalah perilaku yang tidak bernilai. Jika suatu waktu puas dengan pacarnya, maka dia akan mudah beralih kepada pacarnya yang baru.
Dari pemaparan diatas, dapat disimpulkan bahwa pacaran bukan dari Islam, melainkan budaya jahiliyah yang harus ditinggalkan oleh segenap remaja Islam. Karena itu mustahil ada pacaran yang islami, seperti halnya mustahil ada judi yang islami, bangkai islami, dll. Namun, bagi mereka yang tetap berpijak pada langkah-langkah jahiliyah, Rasulullah SAW memperingatkan: “Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan kaum itu” (HR. Muslim). Untuk itu seorang muslim harus selektif dalam melakukan suatu amalan. Setiap perilaku yang bukan dari Islam harus dibuang jauh-jauh karena akan mendatangkan bencana dalam hidup. Sebaliknya apa yang datang dari Islam harus disambut dengan hangat karena akan mendatangkan berbagai keslahatan.
Bagaimanapun juga, yang haram tetap haram dan tidak bisa berubah hukum sekalipun dikaitkan dengan simbol-simbol Islam. Tidak bisa dikatakan pacaran Islami hanya karena saat berkunjung memakai baju koko, masuk rumah pacar mengucapkan salam, mau pegangan tangan baca basmalah, selesai ciuman mengucapkan alhamdulillah dan selesai zina cukup mengucapkan istighfar. Sungguh perilaku yang melecehkan Islam.

Massappa Werekkada