TULISAN DALAM BLOG INI, JUGA DAPAT DIBACA DI:

09 January 2011

Pelantikan Pramuka di Maniangpajo

Kepala SDN 277 MinangatelluE dan SMP Negeri 4 Satap Maniangpajo, Muhammad Hanafi, S.Pd. selaku Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan melantik tiga puluh tujuh pramuka golongan penggalang ramu di Desa MinangatelluE, Ahad (9/1/2011). Pramuka ini dilantik setelah berhasil menyelesaikan SKU-nya yang diawali dengan beberapa prosesi lain seperti pelatihan pramuka dan haiking 2 kali.

Dalam amanahnya, Hanafi tidak mampu menyembunyikan rasa bangganya karena sudah lama memimpin dua sekolah tersebut, namun baru kali ini melaksanakan pelantikan. “Mudah-mudahan, moment ini menjadi awal bangkitnya pramuka di Desa MinangatelluE” katanya
Pembina Pramuka SMP Negeri 4 Satap Maniangpajo, Muhammad Yazid, S.Pd. mengungkapkan bahwa peserta didiknya memiliki semangat untuk berkiprah di dunia kepanduan. Mereka sangat antusias mengikuti kegiatan dengan kegiatan yang telah dijadwalkan Pembina, termasuk melaksanakan penjelajahan selama 3 hari-2 malam menjelang pergantian tahun yang lalu.

Sementara itu, Pembina Pramuka SMA Negeri 1 Maniangpajo, Yasser Arafat, S.Pd. yang juga turut hadir dalam kegiatan tersebut berpendapat bahwa pelantikan yang dilaksanakan oleh Pangkalan SDN 277 MinangatelluE dan SMP Negeri 4 Satap Maniangpajo ini pertanda bahwa pendidikan kepanduan di Maniangpajo masih ada, meski pengurus Kwarran tidak ada secara devenitif berdasarkan SKEP Kwarnas 224 TAHUN 2007.

Alhamdulillah, meski pengurus baru Kwarran Maniangpajo belum terbentuk sejak tahun 2007, tapi masih bisa dibuktikan kalau Pramuka di Maniangpajo masih ada” ungkapnya sambil memberikan penekanan jika kehadirannya di MinangatelluE karena diundang selaku Pembina SMA Negeri 1 Maniangpajo. Dari datanya pula terungkap bahwa dari 20 Pangkalan Siaga/Penggalang di Maniangpajo, tercatat 14 Pangkalan yang menjalin kerjasama dengan pihak Pangkalan SMA Negeri 1 Maniangpajo. SDN 277 MinangatelluE dan SMP Negeri 4 Satap Maniangpajo termasuk diantaranya. “sebelum sampai di MinangatelluE, kemarin saya masih menyempatkan memantau pelatihan di SDN 55 Abbanuangnge, SDN 274 MattirowaliE, dan SDN 359 Sogi yang dipandu oleh peserta didik kami dari SMA Negeri 1 Maniangpajo” lanjut Yasser.

SMPN 3 Maniangpajo dan SDN 334 Sogi
Selain SDN 277 MinangatelluE dan SMP Negeri 4 Satap Maniangpajo yang melaksanakan pelantikan, diwaktu yang hampir bersamaan di Pangkalan SMP Negeri 3 Maniangpajo juga dilakukan pelantikan penggalang ramu dan penggalang rakit. “Kami hanya tahu kalau malam ini SMP Negeri 3 Maniangpajo juga melaksanakan pelantikan, tapi kami tidak tahu secara pasti jumlah riil peserta didik yang mereka lantik karena kami tidak dilibatkan dalam pelatihan mereka” Ungkap Andi Zhulfiman Selle, Ketua Ambalan Pattimura SMA Negeri 1 Maniangpajo yang juga turut mendampingi Yasser Arafat, S.Pd di Desa MinangatelluE.

Hal yang sama juga terjadi di SDN 334 Sogi. Tersiar kabar juga diwaktu yang bersamaan melaksanakan perkemahan sabtu minggu. Hanya karena sulitnya menjangkau lokasi dan tidak adanya hubungan kerjasama dengan pihak pangkalan SMA Negeri 1 Maniangpajo, sehingga data-data akurat tentang kegiatan pramuka di SMP Negeri 3 Maniangpajo dan SDN 334 Sogi tersebut tidak diperoleh oleh redaksi. “Kami dapatkan info tersebut dari kakak-kakak Pembina yang menjadi mitra kami” tambah Andi Detty Wahyuni Gau, Ketua Ambalan M.C. Tiahahu SMA Negeri 1 Maniangpajo.

Lanjut Andi Detty “Jika dua pangkalan tersebut betul melaksanakan kegiatan mengikuti empat belas pangkalan mitra kami, maka dipastikan hampir seluruh pangkalan di Maniangpajo aktif melaksanakan pendidikan kepanduan”. “Pertanyaannya sekarang, kalau kami aktif, kapan mereka (kwarran) aktif?” ungkap Yasser mengomentari pernyataan Andi Detty dengan sebuah pertanyaan.

15 December 2010

Guru Dilatih Menyuluh Anti Narkoba

Kabupaten Wajo berada dalam rangking ke-2 Penyalahgunaan Narkoba di
Sulawesi Selatan setelah Kota Makassar. Demikian disampaikan oleh
Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Wajo, H. Amran Mahmud, S.Sos,
M.Si. saat membuka Training Of Trainer (TOT) untuk guru-guru SMP, SMA
serta ORMAS Se-Kabupaten Wajo di Gedung Aisiyah Sengkang, Senin
(13/12) kemarin. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Wajo berusaha
menekan angka tersebut, sehingga menggelar acara TOT yang diharapkan
alumni dari TOT ini bisa menjadi penyuluh di sekolah masing-masing

Kegiatan yang bertemakan pencegahan, penyalahgunaan berbasis sekolah
melalui program anti drugs campaign goes to scholl ini diikuti 54
orang perwakilan guru sekolah yang ada di Kabupaten Wajo dan beberapa
Ormas diantaranya Lembaga Penguatan Partisipasi Masyarakat (LPPM)
Perwakilan Kecamatan Maniangpajo, LBH Bhakti Nusantara, dan beberapa
insan pers.

Peserta dibekali materi tentang narkoba dan bahaya serta pengaruh
narkoba dari Dinas Kesehatan Kabupaten Wajo, Kabag Kesra Kab. Wajo,
Polres Wajo dan Alumni TOT Badan Narkotika Nasional. Sehingga, setelah
dilatih mereka akan kembali menjadi penyuluh di sekolah masing-masing.

Sementara materi yang disajikan diantaranya: Kiat-kiat pencegahan dan
penyalahgunaan narkoba, Pengaruh narkoba terhadap kesehatan, narkoba
dan hukum, kepedulian Pemkab terhadap penanggulangan bahaya narkoba,
serta narkoba dan remaja.

Dalam kegiatan ini pula, panitia pelaksana dari BNK Kabupaten Wajo
bekerja sama dengan Lembaga Penguatan Partisipasi Masyarakat (LP2M)
Kab. Wajo menghadirkan Duta HIV/AIDS Kabupaten Wajo dan Duta Narkoba
Kabupaten Wajo untuk menuturkan pengalamannya semenjak terpilih
sebagai duta di Kabupaten Wajo

28 November 2010

SEPERTI ANAK AYAM KEHILANGAN INDUK, POTRET RAKYAT WAJO BERSAMA ENCENG GONDOK DI JEMBATAN TAMPANGENG

Aliran sungai di bawah jembatan Tampangeng Sengkang Kab. Wajo dipenuhi alang
alang, rumput yang siap meruntuhkan jembatan bila aliran sungai semakin
deras. Sungai tersebut berhubungan langsung dengan Danau Tempe

23 November 2010

Berita Dalam Gambar

Seekor buaya menampakkan diri di sebuah sungai kecil yang berhubungan langsung dengan Bendungan Kalola yang terletak di Desa Sogi Kecamatan Maniangpajo Kabupaten Wajo.

Atas penampakan tersebut, sempat menggemparkan masyarakat Maniangpajo. Berbagai ceritapun menjamur. bahkan ada yang beranggapan jika buaya
tersebut jelmaan dari manusia.

"Hanya Allah yang Tahu"

Massappa Werekkada